Kebun Binatang Solo Direvitalisasi Setelah Lebaran, Operasional Ditutup 6 Bulan

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota Solo bakal menutup Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) untuk umum setelah Lebaran 2022. Penutupan dilakukan selama enam bulan karena kebun binatang itu akan direvitalisasi dengan desain baru.

Revitalisasi rencananya akan dimulai Mei mendatang. Pengerjaan proyek diperkirakan memakan waktu hingga 6 bulan, sehingga harus ada penutupan.

"Kalau ini biar buka dulu sampai Lebaran. Nanti kita tutup 6 bulan. Ada hewan yang diungsikan, ada yang tetap di sana," ujar Gibran, Selasa (26/4).

Gibran meminta maaf kepada masyarakat karena kebun binatang ditutup. Ia berjanji untuk mempercepat proses revitalisasi TSTJ, sehingga akhir tahun 2022 diharapkan sudah selesai.

"Bukan Mei nanti dengan sangat terpaksa akan kami tutup dulu selama 6 bulan. Kita kebut ini semua di 6 bulan, jadi nanti Desember sudah buka lagi," terang dia.

Biaya Operasional Ditanggung Pemkot Solo

Terkait dampak penutupan, ia berjanji untuk menanggung semua biaya operasional TSTJ, termasuk gaji para pegawai di sana. Ia pun sudah menghitung kebutuhan anggaran setiap bulan setelah penutupan nanti.

"Setiap bulan kita nanggung Rp350 juta, sesuai hitungan, enggak apa-apa," katanya.

Jumlah dana Rp350 juta tiap bulan akan digunakan untuk dana pakan hewan, gaji pegawai, dokter hewan, dan lainnya.

Pemkot Solo akan mengambil biaya itu dari bantuan tidak terduga (BTT). Gibran optimistis semua akan terbayar saat TSTJ dengan desain baru nanti sudah jadi.

"Tenang saja, 6 bulan tutup, habis itu kita panen lagi dari Desember, saya yakin kalau dibuka lagi pasti mbludak," katanya.

Gibran menambahkan, anggaran untuk pengungsian hewan, nantinya akan ditanggung oleh Taman Safari sebagai mitra kerja sama. Pihaknya juga meminta hewan-hewan tambahan untuk koleksi TSTJ ke depannya.

Konsep Berubah

Lebih lanjut ia memaparkan, konsep TSTJ akan diubah total dari konsep sebelumnya. Satwa yang ada tidak akan lagi dikandangkan dalam kerangkeng-kerangkeng kecil. Semua akan dilepas.

"Nanti hewannya tidak ditaruh di kerangkeng-kerangkeng kecil. Tetapi ada pagarnya, ada juga beberapa pagar yang berupa sungai air atau kolam," tandasnya.

Pihaknya juga akan menambah beberapa fasilitas pendukung, seperti tempat pertunjukan hewan, petting zoo, open stage, gedung ketoprak 2 lantai, aviari dan fasilitas pendukung lain.

"Harga tiketnya nanti nambah dikit ya. Tapi tenang saja, tetap murah. Nanti namanya kalau perlu juga kita ubah," pungkas dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel