Kebun Raya Bakal Disulap jadi Kawasan Ekonomi Baru Berkonsep Sains dan Teknologi

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pertemuan dengan para pengelola Kebun Raya se-Indonesia. Pertemuan itu guna menyelaraskan dan memperkuat pengelolaan kebun raya.

BRIN juga telah menginisiasi perubahan Peraturan Presiden pengganti Perpres Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya. Nantinya dengan adanya perubahan Perpres ini kebun raya di Indonesia akan berada di bawah pengelolaan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Namun perubahan itu tidak akan mengganggu Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan, hal tersebut dilakukan BRIN untuk mengakomodir kebutuhan terkini serta dinamika yang harus segera diantisipasi dalam pembangunan kebun raya di Indonesia. Sehingga ke depan kebun raya tidak hanya jadi kawasan konservasi tapi juga tempat edukasi.

"Mendorong integrasi kebun raya daerah tidak sekedar menjadi kawasan konservasi ex-situ, tetapi juga pusat edukasi sains serta pembinaan UMKM berbasis teknologi. Kelak ini akan menjadi KST (kawasan sains dan teknologi) di berbagai daerah," kata Handoko di gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Adapun konsep edukasi dan wisata berbasis sains dan teknologi yang ditawarkan BRIN dalam jejaring pengelolaan kebun raya daerah ini direncanakan berupa ketersediaan science center dan pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Yang kita tawarkan makanya ada science center, diintegrasikan dengan science center, diintegrasikan dengan pembinaan UMKM. Dan bisa jadi pusat ekonomi yang lain begitu ya," ujar Handoko.

Alasan Konservasi Kebun Raya Daerah

Kendati begitu, Handoko menekankan tujuan utama BRIN adalah konservasi kebun raya daerah. Misalnya pada pemeliharaan tanaman-tanaman endemik.

"Iya memang tujuan utamanya itu, betul sekali dan itu tujuan utamanya kan konservasi ek situ. Ya dari tanaman endemik yang ada disitu lah. Cuma untuk memelihara itu perlu dikoordinir," kata dia.

Hingga saat ini terdapat 47 Kebun Raya di Indonesia. Lima Kebun Raya di antaranya dikelola BRIN. Jumlah tersebut mewakili 18 tipe ekoregion yang terdapat pada 21 provinsi di Indonesia.

Tiap kebun raya memiliki tema yang spesifik tergantung karakteristik atau keunggulan lokal. Mengingat semakin pentingnya peran kebun raya untuk konservasi tumbuhan dan kesejahteraan masyarakat, maka pembangunan kebun raya di daerah perlu untuk terus digalakkan.

Dalam pertemuan ini BRIN juga melakukan penandatanganan MoU dengan beberapa Kabupaten di Indonesia. Antara lain, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Enrekang.

Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel