Kebut Pembangun Jembatan di Bima, TNI AD Dibantu Pasukan Berkuda

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dari satuan Batalyon Zeni Konstruksi (Yonzikon) 13/Karya Etmaka terus melakukan pekerjaan sejumlah jembatan yang rusak parah akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu.

Bencana alam banjir bandang di Kabupaten Bima telah menyebabkan kerusakan berat pada tiga jembatan utama di Kecamatan Madapangga, Kabupeten Bima, yaitu di Desa Rade-Bolo, Desa Woro dan Desa Campa.

Hingga saat ini pembangunan jembatan Acrow Panel yang menghubungkan Desa Bolo dan Desa Rade masih terus dikerjakan pondasinya sebagai penyangga Acrow Panel yang akan dipasang.

Memasuki hari ke-5 ini, prajurit TNI Angkatan Darat dari satuan Yonzikon 13/KE yang bermarkas di Jagakarsa, Jakarta Selatan itu telah merampungkan pondasi sisi selatan jembatan dan sedang dikerjakan pondasi sisi Utara dengan mengerahkan seluruh kekuatan.

Selain pengerjaan jembatan di Rade, personel Yonzikon 13/KE juga mengerjakan perbaikan jembatan di Desa Woro yang salah satu sisi jembatan dan setengah badan jembatan habis tergerus arus deras sungai akibat banjir bandang.

Danyonzikon 13/KE, Letkol Czi Alid Setiawan menyatakan, jembatan di Desa Woro juga harus segera diselesaikan perbaikannya agar jembatan yang berada di Desa Campa juga dapat diperbaiki.

"Kami tidak bisa memperbaiki jembatan di Desa Campa bila jembatan di Desa Woro ini belum terselesaikan, karena akses menuju Desa Campa melalui jembatan di Desa Woro ini," kata Letkol Czi Alid di Desa Bolo dalam keterangan resminya, Rabu, 14 April 2021.

Dia menambahkan, pekerjaan jembatan di Desa Campa terkendala dengan rusaknya jembatan di Desa Woro tersebut. Sehingga, kendaraan alat berat TNI AD yang didatangkan dari Jakarta tidak dapat menembus hingga Desa Campa lantaran jembatan di Desa Woro belum selesai.

"Kendaraan berat kami seperti loader, truk tonase besar maupun excavator tidak bisa melewati jembatan Woro, karena separuh badan jembatan hancur," ujarnya.

Lebih jauh lagi Danyonzikon mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyelesaikan tiga jembatan di tiga desa yang rusak parah sesuai target waktu yang sudah ditentukan.

"Harapan kami, ketiga jembatan ini dapat diselesaikan tepat waktu, agar masyarakat dapat kembali beraktivitas melalui akses jembatan penghubung antar desa ini," katanya.

Sementara itu, Letda Czi Edy Purnomo yang memimpin pengerjaan Jembatan Woro menyatakan, partisipasi masyarakat dalam melakukan pengerjaan perbaikan jembatan Woro sangat luar biasa. Menurutnya, selain menggunakan peralatan Zeni TNI AD, warga masyarakat yang memiliki gerobak kuda juga telah mengerahkan kuda-kudanya untuk mengangkut batu-batu dari sungai untuk penimbunan badan jembatan.

"Kuda-kuda tersebut diberdayakan untuk mengangkut material dari sungai, karena keterbatasan bila menggunakan alat berat," kata Letda Czi Edy Purnomo.

Selain fokus pada penyelesaian pembangunan dan perbaikan jembatan, prajurit TNI AD yang dikerahkan dari Jakarta itu juga melakukan pendistribusian air bersih siap konsumsi ke beberapa desa yang membutuhkan.

Baca: Penyebab Pasukan TNI Kopassus Ditakuti Tentara Asing Terbongkar