Kebutuhan Meningkat, Stok Oksigen di Kota Tangerang Aman

·Bacaan 1 menit

VIVA – Lonjakan jumlah kasus COVID-19 di Kota Tangerang, Banten menyebabkan kebutuhan oksigen di RSUD meningkat. Meski demikian, pemerintah daerah memastikan stok hingga kini aman.

Direktur RSUD Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, kebutuhan oksigen meningkat menjadi tiga kali lipat dari yang sebelumnya.

"Jadi seiring meningkatnya jumlah pasien COVID-19 yang membutuhkan oksigen, maka kebutuhan oksigen atau flow gasnya pasti meningkat makanya, kita pun melakukan antisipasi," katanya, Kamis, 24 Juni 2021.

Baca juga: Cegah COVID-19, Jakarta Selatan Tiadakan Ziarah di TPU Mulai Hari Ini

Antisipasi itu dengan menambah dua kali lipat ukuran evaporator. Serta menambah tiga kali lipat pengisian gas medik dari kebutuhan normal.

"Kebutuhan oksigen pasien di RS difasilitasi melalui instalasi gas medik. Dan kemarin di RSUD kami sudah menambah dua kali lipat ukuran evaporator dan pengisian gas medik tiga kali lipat dari biasanya untuk memenuhi kebutuhan pasien saat ini," jelasnya.

Selain disebabkan lonjakan jumlah pasien, peningkatan kebutuhan oksigen juga diakibatkan dengan kondisi pasien yang datang di RSUD. Rata-rata mereka sudah dalam kondisi berat.

"Pasien COVID yang dirawat di RSUD adalah pasien-pasien dengan gejala sedang-berat-kritis yang memerlukan oksigen sampai alat bantu pernafasan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Liza Puspdewi menyatakan ketersediaan oksigen di Kota Tangerang hingga saat ini, masih dalam kondisi aman.

"Rumah sakit dan masyarakat tidak usah panik dengan isu kelangkaan stok oksigen yang beredar. Stok oksigen untuk pelayanan di Rumah Sakit (RS) atau diseluruh puskesmas di Kota Tangerang masih terpenuhi dan aman," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel