Kebutuhan Minyak Terus Meningkat tapi Persentase Menurun, Ini Sebabnya

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina telah melakukan pengeboran eksplorasi 15 sumur. Eksplorasi secara masif terus dilakukan untuk memenuhi cadangan, yang diperkirakan pada 2050 kebutuhan minyak dan gas mencapai 1.000 metric ton oil equivalent (MTOE).

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng mencatat, secara persentase, kontribusi penggunaan gas dan minyak oleh masyarakat terus menurun. Pada 2021, persentase penggunaan gas 19 persen dan minyak 32 persen.

Kemudian pada 2025, persentase kontribusi penggunaan gas 22 persen dan minyak 25 persen. Dan proyeksi 2050 kontribusi penggunaan gas 24 persen dan minyak 20 persen.

"Kalau kita perhatikan ini seakan-akan kebutuhan gas dan minyak akan turun. Namun coba perhatikan kebutuhan 2050 itu 1.000 MTOE, persentase turun tapi kebutuhan naik. Apakah kita akan berhenti eksplor? Saya kira tidak," ujar Muharram saat media gathering di Jakarta, Jumat (18/11).

Muharram menyebutkan, 15 sumur yang telah selesai dieksplor yaitu di sumur Manpatu-1X di Mahakam Kalimantan, Sungai Gelam Timur-1 di Jambi, Wilela-001 di Onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di Onshore Jawa Barat, R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Rotan-1X di Jambi, Markisa-001 di Papua, GQX-1 di Offshore Utara Pulau Jawa, Kolibri-001 di onshore Jawa Timur dan yang terbaru pada sumur S-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO).

Ada pula, pengeboran eksplorasi yang sedang berjalan, antara lain Kenanga-001, NSO S-2, Helios D-1, Kembo-001 dan FB3N. Dan temuan sumber daya yang telah divalidasi hingga saat ini adalah sebesar 283 million barrels of oil equivalent per day (MMBOE) atau 127,5 persen dari target 222 mmboe pada 2022.

Kebutuhan Gas dan Minyak Naik

Muharram menyampaikan, kebutuhan gas dan minyak naik karena pertumbuhan manusia. Hal ini pula yang menurutnya eksplorasi sumur untuk merupakan tantangan sekaligus peluang bagi PHE. Sebab, hasil dari pengeboran tidak selalu menjadi cadangan bagi negara. Perlu beberapa proses dari sebuah sumber daya yang ditemukan hingga diputuskan menjadi sebuah cadangan.

Proses mengubah sumber daya menjadi cadangan yaitu ketika PHE telah melakukan pengeboran untuk eksplor, akan ada penentuan status eksplorasi untuk ditentukan ada atau tidak ada pemboran pada sumur lainnya.

Kemudian, dari status tersebut, ada Plan of Development, atau keputusan yang menyatakan bahwa status eksplorasi tersebut sudah dipastikan sebagai cadangan.

Sementara pihak yang menentukan jumlah cadangan, yaitu Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)

"Jadi cadangan itu ketika sudah divalidasi. Cadangan sesuatu yang sudah terbukti, proven," sebutnya. [idr]