Kecam Israel, Koalisi Perempuan untuk Al Quds Tidak Tinggal Diam

·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi represif aparat Israel terhadap jemaah Masjid Al Aqsa dapat kecaman dari belahan dunia. Aksi represif itu menimbulkan lebih dari 100 muslim Palestina alami luka-luka.

Terkait itu, Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) ikut menyampaikan pandangannya dalam aksi damai secara virtual pada Minggu, 9 Mei 2021, KPIQP bersama sejumlah ormas perempuan lain di Tanah Air seperti PP Salimah, PP Muslimat Mathlaul Anwar, PP Muslimat Al Washliyah, hingga Muslimat DDII.

Mereka tidak tinggal diam dan ikut mengecam atas kebrutalan aparat Israel yang mengintimidasi muslim Palestina. Israel diminta menghentikan aksi represifnya.

Ketua KPIQP Nurjanah Hulwani menyampaikan kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina sudah menjadi persoalan akidah sekaligus kemanusiaan. Menurut dia, dalam persoalan ini, umat Islam harus berjuang menanamkan kepedulian dengan peran masing-masing.

“Sebab sejatinya persoalan Al Quds bukan sekedar tanggung jawab lembaga kemanusiaan ataupun KPIQP. Kita semua kelak di akhirat akan ditanya tentang apa yang telah kita perbuat untuk persoalan Palestina?” kata Nurjanah, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 10 Mei 2021.

Dari data KPIQP, serangan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina hingga malam Ramadhan ke-27 terus dilakukan. Serangan yang paling jadi perhatian dunia internasional saat penggerudukan aparat Israel terhadap muslim Palestina di Masjid Al Aqsa.

Merujuk laporan dari Bulan Sabit Merah, terdapat 178 warga Palestina menderita luka-luka. Bahkan, 88 di antaranya masuk ke rumah sakit akibat serbuan polisi Israel ke Al Aqsa.

Sementara, guru majelis taklim di Al Aqsa, Zenah Said yang jadi pembicara lain, menceritakan warga Palestina terutama kaum perempuan dan anak di wilayah Al Quds. Menurut dia, upaya pendudukan ilegal yang dilakukan ekstrimis Yahudi terhadap rumah penduduk Al Quds yang disokong aparat Israel menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan.

Dengan cara tersebut, warga Al Quds jadi terlantar lantaran rumah-rumah mereka dirampas. Bagi dia, Israel sudah merampas hak-hak kemanusiaan yang paling asasi warga Al Quds.

Zenah pun menyampaikan pesan untuk perempuan di dunia khususnya Indonesia.

"Tugas kita sebagai perempuan adalah menyiapkan generasi di masa mendatang untuk menjadi pembebas Al Aqsa. Kita tahu Zionis tengah menyiapkan rencana untuk membangun kuil diatas Al Aqsa. Kita harus cegah hal itu dengan menyiapkan generasi kita untuk membebaskan Al Aqsa," jelas Zenah.

Adapun dalam aksi damai secara virtual itu diikuti lebih 2.000 peserta melalui aplikasi zoom dan Youtube. Dalam kesempatan itu, dikumpulkan juga donasi yang akan disumbangkan untuk rakyat Palestina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel