AS kecam proposal WADA tentang penalti kepada negara anggota yang tak mau bayar

·Bacaan 2 menit

Montreal (AFP) - Ketegangan antara Badan Anti-Doping Dunia dan Amerika Serikat berkobar Kamis ketika seorang wakil pemerintah AS menyerukan proposal mengenakan sanksi kepada negara-negara yang menarik pendanaan yang sudah disepakati sebagai "serangan langsung terhadap Amerika Serikat."

Pertemuan virtual Dewan Yayasan WADA menghadirkan para pejabat baik dari pengawas global dan Amerika Serikat yang menyuarakan perlunya kerja sama.

Tetapi Anthony Jones, wakil Kantor Kebijakan Pengendalian Narkoba Nasional (ONDCP) AS, menentang proposal yang menghukum negara-negara anggota yang menyatakan tak berpartisipasi dalam pendanaan.

Itulah kekuasaan yang direkomendasikan parlemen AS kepada ONDCP pada Juni, dengan menuduh WADA gagal melaksanakan reformasi tata pemerintahan.

Amerika Serikat menyumbangkan 2,7 juta dolar AS dari total anggaran WADA pada 2020 sebesar 37,4 juta dolar AS.

Selama pertemuan virtual pekan ini, komite eksekutif WADA dan Dewan Yayasan membahas kemungkinan sanksi terhadap negara-negara anggota yang gagal membayar dengan mengatakan ancaman AS mengungkap celah dalam statuta WADA.

Dan WADA pada Kamis menggembar-gemborkan sejumlah reformasi yang dilakukan setelah dikritik tidak hanya dari Amerika Serikat tetapi juga dari kelompok-kelompok atlet dan organisasi-organisasi anti-doping nasional karena kurang transparansi dan independen.

Secara khusus, WADA memutuskan menunjuk dua anggota independen untuk Komite Eksekutifnya yang dua belas anggotanya terdiri dari jumlah perwakilan yang seimbang antar gerakan Olimpiade dan pemerintah-pemerintah .

WADA juga membentuk kelompok kerja guna mengusulkan reformasi baru dan mengevaluasi yang sudah dilaksanakan.

Bagi Presiden WADA Witold Banka, ini adalah "peningkatan signifikan menuju kemandirian yang lebih besar dan representasi atlet dan organisasi anti-doping nasional yang lebih baik.

"Reformasi ini baru mulai," tambah Banka saat dia dan direktur jenderal WADA Olivier Niggli menekankan perlunya kerja sama antara badan ini dan Amerika Serikat.

"Saya siap bekerja sama bahu membahu dengan rekan-rekan kami di Amerika Serikat," kata Banka. "Kami saling membutuhkan, kami perlu bekerja sama demi masa depan anti-doping."

Amerika Serikat berselisih dengan WADA atas beberapa masalah, termasuk keberatan WADA tentang Undang-Undang Rodchenkov, yakni undang-undang yang dibuat melalui Kongres AS yang memungkinkan doping bisa dikenai dakwaan kejahatan.

WADA berpendapat undang-undang tersebut dapat merusak upayanya sendiri dalam mengamankan doping dalam olahraga internasional tetapi tidak berlaku untuk atlet-atlet profesional dan perguruan tinggi AS.

Dalam hal lain yang dibahas pada pertemuan pekan ini, Niggli mengakui bahwa pandemi virus corona bisa menciptakan "lubang" dalam program pengujian narkoba di beberapa negara menjelang Olimpiade Tokyo 2021.

"Kami mengikuti perkembangan situasi ini, kami perlu melihat daftar atlet yang bisa pergi ke Olimpiade dalam beberapa bulan mendatang dan memastikan tidak ada tempat di dunia hanya gara-gara Covid, ada lubang besar. dan tidak ada pengujian untuk sementara waktu," kata dia.


et/bb/gph