Kecam Teror di Wina Austria, Donald Trump: Serangan Jahat Harus Dihentikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Presiden AS Donald Trump mengecam insiden penembakan yang terjadi di dekat sinagog di Wina, Austria.

Dikutip dari AFP, Selasa (3/11/2020) Trump menyebut aksi penembakan itu sebagai "tindakan terorisme keji lainnya". Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan AS terhadap Austria dan seluruh Eropa.

"AS mendukung Austria, Prancis, dan seluruh Eropa dalam perang melawan teroris, termasuk teroris Islam radikal," ujar Trump dalam postingannya di Twitter.

"Serangan jahat terhadap orang-orang yang tidak bersalah ini harus dihentikan," tulis Trump.

Sejauh ini, 2 Orang dinyatakan tewas akibat serangan bersenjata di Wina. Sementara itu, pelaku penembakan belum diidentifikasi.

Penembakan tersebut terjadi menyusul kasus pemenggalan dan pembunuhan di Prancis.

Pemeriksaan Acak di Perbatasan oleh Polisi Ceko

Polisi memblokade sebuah jalan di Wina, Austria, 2 November 2020. Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka parah dalam sejumlah insiden penembakan yang terjadi pada Senin (2/11) malam waktu setempat di pusat Kota Wina. (Xinhua/Georges Schneider)
Polisi memblokade sebuah jalan di Wina, Austria, 2 November 2020. Satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka parah dalam sejumlah insiden penembakan yang terjadi pada Senin (2/11) malam waktu setempat di pusat Kota Wina. (Xinhua/Georges Schneider)

Dalam tanggapannya terhadap penembakan di Wina, polisi Ceko menyatakan bahwa pihaknya telah memulai pemeriksaan acak di perbatasan negara itu dengan Austria.

"Polisi sedang melakukan pemeriksaan acak terhadap kendaraan dan penumpang yang melintasi perbatasan dengan Austria sebagai tindakan pencegahan sehubungan dengan serangan teror di Wina," terang polisi Ceko dalam postingannya di Twitter, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Polisi juga menambahkan bahwa mereka telah meningkatkan "pengawasan atas fasilitas-fasilitas utama Yahudi di Republik Ceko".

Hal itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan yang "mencerminkan perkembangan tidak hanya di negara tetangga Austria," kata pihak kepolisian ceko.

Menteri Dalam Negeri Ceko, Jan Hamacek pun menyampaikan di Twitter bahwa kepolisian negara tersebut juga terus berkomunikasi dengan rekan-rekan mereka di Austria menyusul "berita mengerikan di Wina".

Tak hanya itu, Perdana Menteri Ceko Andrej Babis juga menyampaikan belasungkawanya di Twitter atas serangan di dekat sinagog Stadttempel tersebut.

"Saya terkejut dengan serangan di sebuah sinagog di Wina dan saya ingin menyampaikan solidaritas kepada semua orang di Austria termasuk teman saya (Kanselir Austria) Sebastian Kurz," tutur Andrej Babis.

Saksikan Video Berikut Ini: