Kecamatan Kebayoran Lama tambah bank sampah dari pengelola apartemen

Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan menambah unit bank sampah yang berasal dari pengelola Apartemen Pakubuwono Terrace.

Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Kebayoran Lama Daniel mengatakan dengan adanya penambahan bank sampah diharapkan penghuni apartemen lebih bijak mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

"Program ini mudah-mudahan dapat ditiru daerah lain. Karena hal ini sangat baik bagi lingkungan serta dalam mendukung program pemerintah," kata Daniel dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis.

Senada dengan Daniel, Lurah Cipulir Abdul Rahman Effendi mengungkapkan bank sampah di Kelurahan Cipulir kini telah bertambah menjadi delapan unit yang diharapkan bisa mengurangi volume sampah.

“Di antaranya bank sampah PPSU, RW 4, 5, 6, 7, 9, 10, dan bank sampah Pakubuwono masuk RW 5. Jadi di RW 5 ada dua bank sampah, bank sampah RW dan Pakubuwono Terrace,” ucapnya.

Sementara itu, Management Building Apartement Pakubuwono Terrace, Sulistyowati mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak penghuni apartemen agar lebih bijak mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Bank Sampah merupakan suatu sistem pengelolaan sampah secara kolektif dengan prinsip daur ulang dan bisa ditukar dengan uang. Adapun jenis sampah yang bisa ditabung di antaranya sampah organik, plastik, metal, gelas dan kertas,” imbuhnya.

Sebagai diketahui, sebanyak 169 nasabah bank sampah secara rutin menyetorkan sampah sejak beroperasi awal Mei 2022, ucap dia.

Kini bank sampah telah mengolah sampah sebanyak dua ton lebih sampah baik organik dan anorganik.

"Untuk dapat menabung di bank sampah, warga hendaknya memilah sampah terlebih dahulu sesuai jenisnya, kemudian jika sampah sudah dipilah bisa langsung menyetorkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dicatat di buku tabungan nasabah bank sampah,” jelasnya.

Sulis menambahkan harga sampah bersifat fluktuatif, misalnya kardus berkisar Rp2.500 - Rp3.000 per kilogram, botol plastik Rp1.500 - Rp2.000 per kilogram.

“Di sini sering menerima paket milik penghuni yang dikemas menggunakan kardus. Volumenya bisa sebanyak 300-400 paket per hari. Itu paket baik makanan dan barang, nah kebayang jumlah kardusnya kaya apa,” ucap Sulis.
Baca juga: Pemerintah: Perlu kolaborasi atasi masalah sampah di wilayah DKI
Baca juga: Kebakaran di Taman Sari disebabkan warga yang bakar sampah
Baca juga: Pemprov DKI ingin pengelolaan TPST Bantargebang jadi contoh di G20