Kecamatannya Zona Hijau, Muara Enim Targetkan 70 Persen Vaksinasi 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Palembang - Program Keroyok Vaksinasi yang digalakkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Polda Sumatera Selatan (Sumsel), turut didukung oleh pemerintah daerah di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Sama seperti di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim Sumsel, yang kini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Nasrun Umar.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumsel dan Kabupaten/Kota se-Sumsel Tahun 2021, Nasrun Umar menjelaskan kondisi daerah yang dipimpinnnya kini.

Dari 22 kecamatan di Kabupaten Muara Enim, hanya ada 3 kecamatan yang masuk dalam zona kuning. Dan sisa kecamatan di Muara Enim, sudah masuk zona hijau COVID-19.

“Kita melakukan percepatan Covid-19 dari sisi proses program akselarasi vaksinasi. Di awal, kita berada di posisi yang kurang baik,” ucapnya, Selasa (9/11/2021).

Nasrun Umar akhirnya membuktikan dengan kerjasama dan kolaborasi dengan forkopimda, capaian vaksinasi COVID-19 bisa terwujud.

Di awal, vaksinasi COVID-19 hanya mencapai sekitar 36 persen. Namun dalam waktu satu minggu saja, capaian vaksinasi sudah berada di angka sekitar 48 persen.

Dia pun mengapresiasi para perangkat desa dan forkopimda di Muara Enim, yang bekerjasama dengan apik hingga capaian vaksinasi terus meningkat.

“Kita targetkan 70 persen (vaksinasi) tercapai, Insyaallah minggu ketiga di bulan Desember 2021,” ujarnya.

Dia pun menjelaskan, jika target itu akan sulit terwujud jika pasokan vaksinasi belum tercukupi. Dijabarkannya, untuk mencakup seluruh warga Muara Enim, dibutuhkan sekitar 97 ribuan vaksin COVID-19.

“Agar bisa capai 70 persen. Kiranya kami bisa didukung untuk dialokasikan vaksin, agar mengejar akselarasi percepatan program vaksinasi,” katanya.

Percepat Akselarasi Vaksin

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling di Kebon Kacang, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Mobil vaksin COVID-19 keliling diluncurkan guna mempercepat pencapaian target vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Nasrun Umar menjelaskan beberapa kendala di lapangan, dalam menjalankan vaksinasi COVID-19. Salah satunya, masih banyak persepsi warga Muara Enim yang masih tidak percaya dengan COVID-19.

Untuk itulah, timnya langsung turun ke masyarakat untuk mengedukasi terkait bahayanya COVID-19, serta mengimbau untuk ikut divaksin.

“Kami bekerjasama dengan seluruh forkopimda, untuk percepatan akselarasi vaksin. Dengan mobilisasi, vaksin di seluruh kecamatan akan terwujud,” ujarnya.

PPKM Level 1

Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin virus corona COVID-19 Pfizer di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/11/2021). Vaksinasi COVID-19 di kalangan warga Kota Banda Aceh tembus 80 persen. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin virus corona COVID-19 Pfizer di Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/11/2021). Vaksinasi COVID-19 di kalangan warga Kota Banda Aceh tembus 80 persen. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Harapan vaksinasi menyebar ke seluruh di Kabupaten Muara Enim, hingga ke Sumsel juga diharapkan Nando, warga Sumsel.

Dia berharap seluruh warga Sumsel bisa divaksinasi, agar penyebaran COVID-19 bisa ditekan dan Sumsel bisa mencapai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

“Semoga semua daerah di Sumsel masuk dalam zona hijau dan PPKM Level 1. Salah satunya dengan divaksin, untuk meningkatkan imun tubuh,” ujarnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel