Kecanduan, Ini 4 Tips Mencegah Kamu Terobsesi Belanja Online

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat kita semua harus menetap di rumah selama dua tahun terakhir. Hal ini menyebabkan kita mudah merasa bosan karena aktivitas yang terlalu monoton. Dalam menyalurkan rasa kebosanannya sebagian orang ada yang berolahraga, menonton film, membaca buku, bahkan belanja online.

Beberapa orang mengisi kekosongan waktu antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah dengan belanja online. Meskipun belanja online bukanlah sesuatu yang baru namun semenjak pandemi covid-19 telah membuat kegiatan belanja online menjadi meningkat. Hal ini disebabkan oleh beberapa alasan seperti jarak sosial, penutupan semua bisnis, menghindari antrian di supermarket, dan mall yang ditutup.

Ketika Anda merasa kecanduan belanja online, penting untuk menyadari pola, perilaku, dan emosi Anda. Pikirkan apa yang menyebabkan Anda mengeluarkan uang terlalu banyak dan bagaimana tindakan tersebut mempengaruhi kesejahteraan keuangan Anda.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Cara mengetahui apakah belanja online berdampak negatif pada hidup Anda

ilustrasi tips belanja online untuk perlengkapan lebaran/pexels
ilustrasi tips belanja online untuk perlengkapan lebaran/pexels

Mengutip dari Pinkvilla, Rabu (30/06/21), terdapat beberapa hal yang dapat membantu Anda melihat apakah belanja online memiliki dampak yang buruk pada hidup Anda.

Pertama, Anda merasa belanja online membuat Anda hilang kendali. Kedua, Anda menghabiskan sebagian besar hari Anda untuk belanja online. Ketiga, mengeluarkan uang secara berlebihan saat belanja online memengaruhi kemampuan Anda untuk membayar kebutuhan primer Anda. Keempat, Anda merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang yang berlebihan untuk belanja online namun Anda tetap melakukan hal tersebut secara terus menerus.

Jika Anda merasakan keempat hal tersebut saat belanja online, mungkin ini menunjukkan belanja online memiliki dampak negatif pada keuangan Anda. Sehingga Anda harus mulai mengurangi atau membatasi diri ketika ingin berbelanja online.

Cara mencegah kecanduan belanja online

Ilustrasi sampah kemasan paket lebaran. ( dok. Andrea Piacquadio/Pexels)
Ilustrasi sampah kemasan paket lebaran. ( dok. Andrea Piacquadio/Pexels)

Melansir dari Pinkvilla, Rabu (30/06/21), berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kecanduan belanja online.

Pertama, cobalah untuk menerima perilaku Anda. Penting untuk mengenali jika belanja online telah menjadi masalah. Anda dapat melihat kelima list di atas untuk mengidentifikasi berapa banyak masalah yang mempengaruhi hidup Anda ketika belanja online terlalu berlebihan. Jika Anda merasakan beberapa dari kelima list tersebut atau bahkan kelimanya, saat untuk melakukan perubahan.

Hiraukan perasaan ingin belanja

Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay
Ilustrasi belanja online, ecommerce, e-commerce, toko online. Kredit: athree23 via Pixabay

Kedua, hiraukan perasaan yang mendorong Anda untuk terus berbelanja online. Ketika Anda berbelanja saat sedang merasa cemas, takut atau kewalahan, cobalah untuk menerima perasaan itu. Anda dapat mencoba secara perlahan-lahan untuk berhenti mendorong perasaan tersebut dan bertindak seolah-olah perasaan itu akan hilang dengan sendirinya. Meskipun merasa tidak nyaman, Anda harus melawannya untuk mematahkan pola tersebut.

Menulis jurnal

Ilustrasi Belanja Online (Foto: Pixabay.com)
Ilustrasi Belanja Online (Foto: Pixabay.com)

Ketiga, melakukan journaling. Tulislah bagaimana perasaan, pengalaman, dan langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengubah perilaku Ada. Anda juga dapat menulis apa yang menjadi pemicu Anda berbelanja online, dan tulislah alternatif yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Keempat, ikuti suara hati Anda. Saat Anda ingin belanja online tetapi Anda merasa hal tersebut tidak benar, jangan dilakukan. Kerap kali kita lupa untuk mendengarkan suara hati atau intuisi kita.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel