Kecelakaan Cibubur, Proses Evakuasi Truck Pertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - Petugas gabungan telah melakukan proses evakuasi truck tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Jakarta Timur. Evakuasi ini dilakukan sekitar pukul 22.20 WIB hingga sekira pukul 23.02 WIB.

Pantauan merdeka.com di lokasi kejadian, ada satu mobil crane serta satu mobil derek dan mobil pemadam kebakaran dalam melakukan evakuasi truck tersebut. Saat itu, mobil derek itu terlihat menderek truck Pertamina dari lokasi kejadian hingga sampai trafic light arah ke Jonggol atau tepat yang mengarah ke Perumahan Citra Green.

Sebelum dilakukan penderekan, mobil tersebut lebih dulu diangkat pada bagian belakang truck yang memang posisinya agak sedikit menurun. Setelah itu, mobil derek mulai melakukan penderekan secara perlahan.

Setelah dirasa aman, mobil crane pun melepas kaitnya dari truck Pertamina. Selanjutnya, truck pun diderek hingga sampai trafic light arah ke Jonggol atau tepat yang mengarah ke Perumahan Citra Green, sambil disemprotkan dengan air oleh petugas pemadam kebakaran.

Di situ, petugas gabungan langsung melepaskan bagian tangki dari mobil Pertamina yang sudah rusak. Kemudian, tangki tersebut kembali disambung dengan mobil yang baru.

Setelah mobil yang lama telah terpisah dari tangkinya, petugas gabungan pun melanjutkan tugasnya mengeluarkan motor salah satu korban yang masih tersangkut pada salah satu ban mobil tersebut.

Ketika usai dievakuasi, terlihat adanya tas, dompet, BPKB, STNK serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang diduga milik korban. Namun, belum diketahui atas nama siapa barang bukti yang ditemukan oleh petugas.

Saat ini, untuk di lokasi kejadian tersebut sudah kembali normal. Karena, sebelumnya polisi sempat melakukan contraflow akibat lajur yang mengarah ke Jonggol ditutup sepanjang satu kilometer pada saat proses evakuasi truck Pertamina.

"(Contraflow arah Jonggol) dari lampu merah. Ada sekitar satu kilo dari sana (lampu merah) ke sini (truck evakuasi)," kata salah satu polisi lalu lintas di lokasi, Senin (18/7).

Tak Temukan Jejak Rem

Polisi tidak temukan bekas jejak rem dari truk BBM Pertamina dalam kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Meski begitu, kepolisian akan memeriksa supir truk tersebut.

"Kalau kami cek di lapangan ini sementara belum ada bekas rem. Tapi untuk lebih lanjut kami akan melakukan pemeriksaan kendaraan ini dengan teknisi. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sopir," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman.

Kepolisian juga berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk melakukan evakuasi terhadap truk tersebut. Pasalnya, truk itu dalam keadaan terisi oleh BBM.

"Katanya isi. Akan kita cek lebih lanjut. Kita akan koordinasi dengan Pertamina untuk mengosongkan untuk melakukan evakuasi dengan alat berat. Sementara supir dan kernet sudah diamankan," katanya.

11 Orang Meninggal Dunia

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan truk BBM Pertamina bernomor polisi B 9598 BEH di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman menerangkan, truk Pertamina itu melaju dari arah Cibubur menuju Cileungsi, di lokasi yang kondisi jalannya menurun.

"Kondisi jalan menurun dan di TKP ada lampu merah, ada kendaraan yang sudah berhenti," kata Kombes Latif Usman.

12 Kendaraan Terlibat Kecelakaan

Kata dia, terdapat 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut hingga menewaskan 11 orang orang. Kendaraan yang terlibat yakni dua unit roda empat dan 10 roda dua.

"Sementara korban ada di (RS Polri) Kramatjati. Ada 11 orang meninggal dunia. Tapi ini kita cek kembali," kata dia

Informasi yang dihimpun, truk Pertamina itu mengalami rem blong saat berada di jalan menurun, hingga supir tak mampu menghentikan laju kendaraannya, sementara di depannya terdapat pengendara lain yang sedang menunggu lampu merah. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel