Kecelakaan di Garut, Aksi Dua Pencuri Obat asal Bandung Terbongkar

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pencuri asal Bandung, URP (24) dan RSR (19) mengalami nasib sial. Mobil yang mereka kendarai mengalami kecelakaan tunggal di Garut, sehingga aksi mereka membobol toko farmasi di Bandung Timur terbongkar.

Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro menjelaskan kronologi pengungkapan kasus itu. Dia memaparkan, pada awal Januari 2023 terjadi kecelakaan tunggal kendaraan bermotor roda empat di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Pihak kepolisian yang menerima informasi itu langsung bergerak ke lokasi.

"Di lokasi kejadian, anggota langsung berupaya melakukan penyelamatan terhadap sopir yang berinisial URP dan penumpangnya, RSR. Setelah upaya penyelamatan dilakukan, petugas kemudian berusaha mengevakuasi kendaraan yang mengalami kecelakaan," jelasnya, Jumat (13/1).

Saat proses evakuasi, petugas mencurigai banyaknya dus di dalam mobil itu. Dalam pengecekan, dipastikan bahwa dus-dus itu berisi obat-obatan yang hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Petugas yang mengetahui hal itu langsung berkoordinasi dengan Satuan Reserse Narkoba untuk penyelidikan lebih lanjut. "Dalam penyelidikan, diketahui bahwa obat-obatan berbahaya itu hendak diedarkan kepada remaja-remaja di Garut," ungkapnya.

Dijerat Pasal Berlapis

Dalam pemeriksaan, kedua orang yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, awalnya mengaku bahwa obat-obatan tersebut dibeli secara daring. Namun setelah diperiksa lebih lanjut diketahui bahwa obat-obatan itu hasil pencurian dengan pemberatan di wilayah Bandung Timur, Kota Bandung.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Garut AKP Jimmy Sihite menambahkan bahwa jumlah obat-obatan hasil curian yang hendak diedarkan di Garut itu mencapai 39.168 butir. "Bila diuangkan, itu bisa mencapai Rp800 juta hingga Rp1 miliar," jelasnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 juncto Pasal 84 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1997 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk kasus pencurian dengan pemberatannya. Kami menangani kasus peredaran psikotropikanya," pungkasnya. [yan]