Kecelakaan Kereta Api Lebih Karena Faktor Manusia

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TEMPO.CO, Jakarta-Kementerian Perhubungan menyabutkan mayoritas kecelakaan kereta api pada 2009-2011 terjadi akibat faktor sumber daya manusia (SDM) operator. "Kecelakaan dominan karena faktor manusia, yaitu 24 persen," kata Direktur Keselamatan Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko, dalam pemaparan "Program Pemerintah Dalam Upaya Meningkatkan Keselamatan Perkeretaapian", Senin, 15 Oktober 2012.

Sementara 21 persen kecelakaan terjadi karena sarana dan 10 persen lainnya karena prasarana. Hermanto menjelaskan, ada tiga penyebab kecelakaan dari faktor manusia.

Pertama, masinis tidak melaksanakan standar prosedur operasi yang ditetapkan, seperti melanggar batas kecepatan. Kedua, pengaturan dinas masinis kurang baik sehingga menimbulkan kelelahan fisik. Ketiga, kondisi fisik masinis kurang baik, seperti mengantuk dan tertidur, saat menjalankan kereta api.

Hermanto pun menyebut beberapa kendala sarana yang menyebabkan kecelakaan. Ia menambahkan, terkadang pengereman tidak bekerja dengan baik dan terjadi kerusakan pada as serta roda. »As yang patah serta macetnya "bearing" dapat menjadi faktor kecelakaan.”

Selain itu, kata Hermanto, pembebanan tidak merata, kelebihan beban, serta kurangnya perawatan menjadi penyebab lain kecelakaan dari segi sarana. Ia menuturkan, dalam perawatan terkadang tidak menggunakan suku cadang standar.

Dari segi prasarana, Direktorat Keselamatan Perkeretaapian mencatat ada tiga faktor penyebab kecelakaan. Ketiga faktor tersebut adalah adanya semburan lumpur atau "mud pumping" serta rel dan jembatan yang tidak laik. Hermanto menuturkan, ditemukan bantalan kayu rapuh, rel patah, wesel rusak, serta badan jalan longsor atau amblas. »Selain itu, kurangnya perawatan dan karat menyebabkan jembatan kurang laik,” Hermanto mengatakan.

Menurut dia, kecelakaan kereta api bukan hanya disebabkan oleh faktor manusia, sarana, dan prasarana. Ada beberapa faktor eksternal yang berkontribusi terhadap kecelakaan. Hermanto mengatakan ketidakdisiplinan masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang serta bangunan liar di sekitar rel menjadi penyebab eksternal kecelakaan.

"Faktor eksternal lainnya adalah vandalisme, pencurian alat penambat, dan terjadi pelemparan pada kaca kereta," katanya. Dia juga menuturkan, bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir dapat menjadi penyebab kecelakaan kereta api di Indonesia.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lain di masa mendatang, kata Hermanto, pemerintah melakukan identifikasi daerah rawan kecelakaan serta pemantauan batas kecepatan. Ia menjelaskan, pemerintah juga telah membuat flyover (jembatan layang) atau underpass (terowongan) serta menutup perlintasan liar pada perlintasan sebidang.

MARIA YUNIAR

Berita Terpopuler:

Novel Baswedan Memburu Koruptor hingga ke Dukun  

Begini Cara KPK Melindungi Novel

Novi Amilia Pernah Jadi Sampul Seksi di Popular 

Di Balik Jumat Keramat Ada Komjen Sutarman?

Basuki Pilih Tinggal di Pluit daripada Rumah Dinas 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...