Kecelakaan Lalu Lintas Termahal di Jalan Raya

Entah saling gengsi atau membuktikan diri mobil siapa yang paling cepat dan dan superior, barangkali hanya terjadi di jalan raya di Jepang. Semuanya melibatkan mobil-mobil termahal dan termashyur di dunia. Imbasnya terjadi peristiwa tabrakan beruntun yang menggelikan.

Dan inilah salah satu tragedi kecelakaan supercar paling buruk dan paling mahal sepanjang masa ketika melibatkan 14 mobil mewah sekaligus, termasuk 8 Ferrari, 3 Mercedes-Benz, Lamborghini, Toyota Prius dan tipe Toyota lainnya di jalan tol Chugoku di Shimonoseki, barat daya Jepang, Minggu (4/11).

Untungnya, tidak ada korban jiwa dilaporkan meski kesepuluh pengemudinya menderita memar dan beberapa luka ringan.

"Kecelakaan itu terjadi ketika pengemudi Ferrari merah beralih dari jalur kanan ke kiri dan tergelincir," ujar Mitsuyoshi Isejima, pejabat eksekutif kepolisian lalu lintas Yamaguchi, Jepang kepada Bloomberg News.

"Ini adalah gathering para narsisis," kata Isejima, yang menyebutkan bawa pengendara yang terlibat insiden tabrakan berusia antara 37 hingga 60 tahun.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian kepada wartawan mengatakan, rombongan Ferrari, termasuk beberapa F360s dan Testarossa putih melaju kencang hingga di atas 140 - 160 km/jam (85 mph - 100 mph). Media lokal memperkirakan bahwa total kerugian supercar yang terlibat tabrakan nilainya mencapai sekitar 300 juta yen atau sekitar US$ 3.850.000 atau 2.850.000 euro.

"Aku belum pernah melihat hal seperti itu," kata letnan Eiichiro Kamitani, petugas patroli jalan raya kepada kantor berita AFP. "Ferrari jarang bepergian dalam jumlah besar seperti itu," tutupnya. (kpl/nzr/bun)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.