Kecelakaan Maut di Semarang, Bus Bukan Trayek AKAP  

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S. Ervan mengatakan Bus Nugroho yang diduga menyebabkan kecelakaan beruntun di Semarang bukan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). "Di Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tidak tercatat dalam daftar bus AKAP maupun pariwisata," katanya saat dihubungi. Jumat, 3 Mei 2013.

Bambang menduga Bus Nugroho berjarak menengah atau bus antar kota dalam provinsi atau bus kota. Saat ini Kementerian Perhubungan masih mengumpulkan data dari Dinas Perhubungan setempat mengenai kecelakaan itu.

Bambang menyebut ada tiga korban jiwa dalam peristiwa itu. "Tujuh orang luka-luka sudah dibawa ke rumah sakit," ucapnya.

Kecelakaan maut terjadi Jumat siang, 3 Mei 2013, di perempatan Jalan Dr Wahidin Tanah Putih, Kota Semarang, Jawa Tengah. Perempatan itu kerap disebut perempatan Pasar Kambing.

Bus Nugroho bernomor polisi H-1574-HAG diduga mengalami rem blong di jalan menurun. Bus yang tak terkendali itu menabrak beberapa mobil yang ada di depannya, yakni mobil Grand Livina bernomor polisi H-9335-EA, Honda Jazz bernomor H-9351-VR, dan sebuah sedan bernomor polisi H 7016 KH. Bus yang melaju itu juga menabrak delapan sepeda motor.

Dari informasi yang dikumpulkan Tempo, baru tercatat tiga orang meninggal dunia. Sedangkan satu orang diketahui kritis. Para korban meninggal maupun luka-luka dilarikan ke beberapa rumah sakit, yakni Rumah Sakit Roemani, RS Elisabeth, dan RS Karyadi. Belum diketahui identitas para korban tersebut.

Bus dengan rem blong itu baru bisa berhenti saat menabrak tiang reklame. Adapun sebuah sedan berwarna merah, yang ditabrak, terperosok ke pinggir selokan besar. Kondisi beberapa mobil yang ditabrak pun ringsek. Bahkan, ada sepeda motor yang ringsek berada di bawah bus Nugroho.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Evakuasi bus juga belum berhasil dilakukan. Lokasi kecelakaan lalu lintas pun dibanjiri warga yang ingin menonton.

MARIA YUNIAR | ROFIUDDIN

Topik terhangat:

Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Berita Lainnya:

Yusril: Menyerah, Tak Berarti Susno Mengakui

Pesan Susno ke Yusril: Saya Minta Dieksekusi  

Susno Duadji Masuk Sel Cibinong Tengah Malam

Pengacara Susno Duadji: Itu Kabar Burung 

Moge Ringsek Uje Bakal Dilelang

Uang Lelang Moge Uje untuk Bangun Masjid

Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.