Kecelakaan Maut di Sumut, Sopir Bus Kabur karena Takut Diamuk Massa

Hardani Triyoga, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVAKecelakaan maut yang menewaskan 9 orang terjadi di Jalan Umum, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Minggu malam, 21 Februari 2021. Sang supir berinsial AJS (46) sempat kabur meski akhirnya menyerahkan diri.

Pelaku AJS mengaku kabur usai kejadian kecelakaan karena takut diamuk massa oleh warga sekitar. Tapi, keesokan harinya menyerahkan diri ke Polres Simalungun, Senin 22 Februari 2021. Pun, Polres Tebing Tinggi menjemputnya.

"AJS sudah kita amankan, setelah dijemput dari Polres Simalungun," ujar Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Agus Sugiyarso, Rabu 24 Februari 2021.

Terkait itu, Satuan Lalu Lintas Polres Tebing Tinggi masih melakukan pemeriksaan secara meraton terhadap AJS untuk mengetahui penyebab sebenarnya kecelakaan maut tersebut.

"(sedangkan) AJS kabur karena takut diamuk massa, kemudian menyerahkan diri ke Polres Simalungun," tutur Agus.

Dalam penyelidikan kecelakaan ini, Polres Tebing Tinggi dibantu tim dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut dan Korlantas Mabes Polri.

"Korlantas Mabes Polri turun kelokasi melakukan penyidikan penyebab terjadinya tabrakan," jelas Agus.

Seperti diketahui, tabrakan maut antara mobil Avanza dengan bus Intra mengakibatkan 9 orang tewas yaitu Fahrul Hanafi (22), Nur Anissa (22), Ismail Al Jannah (24), Nadila Anggreyani Nasution (17), Arzita (19), Fiqih Anugrah (18), Rafika Anggreyani Nasution (17), Ahmad Ridho Zaki Nasution (16) dan Juwita Asri Sormin (19).

Seluruh korban merupakan Warga Dusun IX Kenangan, Desa Laut Dendang, Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemudian, 9 jenazah sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tebing Tinggi, Sopir Bus Akhirnya Menyerahkan Diri