Kecelakaan Maut Rombongan Arisan di Malang, Sopir Diduga Mengantuk

·Bacaan 2 menit

VIVA – Nahas kecelakaan yang melibatkan satu rombongan mobil pikap arisan keluarga terjadi di Jalan Raya Simpar Wringin Anom, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu, 26 Mei 2021 sekira pukul 13.30 WIB. Mobil pikap yang membawa 12 orang ini menabrak pohon di pinggir jalan.

Akibat kecelakaan tersebut, 7 orang meninggal dunia dan 5 orang luka-luka. Namun, dari laporan terakhir, jumlah korban meninggal bertambah satu sehingga jadi delapan.

Kapolres Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar mengatakan, semula mobil pikap dengan nomor polisi N 9610 BD melaju kencang dari timur ke barat lalu lepas kendali dan menabrak pohon di pinggir jalan sebelah kiri. Akibatnya, sejumlah penumpang di bak belakang terpental keluar dari bak dan terjatuh ke selokan di pinggir jalan. Sedangkan, beberapa penumpang lainnya termasuk sopir masih berada di kendaraan.

"Di mana sampai tadi pagi selesai kami update ada 8 orang yang meninggal dunia. Lalu, 4 orang lainnya masih dalam perawatan yang intensif dari RSSA Malang, 2 orang mengalami luka ringan dirawat di RS sumber Santosa, Tumpang," kata Hendri, Kamis, 27 Mei 2021.

Dia merincikan 8 korban meninggal dunia adalah Sumiati (59), Tuni (59) Anik Andriayani (56), Luluk Herwawati (55), Atik Rositah (51), Dahayu Ainun Condro (8), Elisa Wiji Utami (44) dan Khansa umur (7) semua warga Ledoksari, Tumpang, Kabupaten Malang. Rombongan ini baru pulang dari arisan keluarga di Ranupane, Lumajang.

"8 orang meninggal ini wanita semua, dan 2 di antaranya masih anak kecil. Bahwa keseluruhan orang yang ada di pikap ini ada 14 orang," tuturnya.

Sementara, Kasat Lantas Polres Malang Ajun Komisaris Polisi Agung Fitransa mengatakan, untuk 7 orang yang meninggal dunia sudah dimakamkan usai dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sedangkan, korban luka luka berat masih menjalani perawatan intensif di RSSA.

"Mereka ini dari arah Ranupani, Lumajang. Kemungkinan ada kegiatan di sana. 12 orang ini warga Ledoksari, Tumpang, Kabupaten Malang. Untuk sopir belum bisa dimintai keterangan karena luka berat. Masih diperiksa dokter," ujar Agung.

Pun, salah seorang keluarga korban Agustian Niko Saputra (17) mengungkapkan ada 3 anggota keluarganya yang turut menjadi korban dalam kecelakaan maut ini. Mereka semuanya turut dalam rombongan itu karena usai menghadiri kegiatan arisan keluarga di Ranupani, Lumajang.

"Iya arisan keluarga. Tiga keluarga saya ada di sana (mobil pikap) Bapak, ibu dan adik saya yang ikut, Ibu saya (Elisa) tidak selamat, adik saya (Reswan) tidak apa-apa. Ayah saya tadi ada luka parah di bagian pinggang dan perut, belum dapat kabar terbaru," tutur Agustian.