Kecelakaan Satu Keluarga Masuk Rumah Sakit

TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Satu keluarga dari Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, dilarikan ke RSUD dr Fauziah Bireuen, Sabtu (11/8/2012) lantaran mobil pick up L-300 yang ditumpangi mereka terjungkal di jalan nasional Medan-Banda Aceh, kawasan tikungan tajam Krueng Mane, Muara Batu, Aceh Utara, Sabtu (11/8/2012) dini hari.

Keterangan yang dihimpun di rumah sakit dr Fauziah kemarin menyebutkan, korban kecelakaan itu adalah Khatijah (60), warga Jurong Binje patah tangan kanan. Kemudian korban luka-luka yaitu Muhammad (sopir), Taharuddin (50), M Nasir (15), M Azmi (5), Wardiah (35), Rukiyah (45), dan Maimunah (50). Selanjutnya Ramlah (52), Ainiyah (50) dan Abdullah (60). Sementara tiga lainnya selamat dari insiden maut tersebut. Mereka semuanya masih ada hubungan keluarga beralamat di Desa Ceurucok, Simpang Mamplam.

Taharuddin salah seorang korban saat ditemui di rumah sakit pemerintah tersebut mengatakan, sebelum kejadian, ia bersama keluarganya pulang menjenguk orang sakit yang juga keluarga mereka di Rumah Sakit Cut Mutia Lhokseumawe. Dalam perjalan pulang, saat tiba di tikungan tajam kawasan Krueng Mane Aceh Utara, tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi putus bola stiur dan mobil terjungkal ke kiri.

"Saat mobil terbalik, saya yang pertama jatuh ke jalan diikuti penumpang lainnya, yang cukup parah ibu saya Khatijah, ia terjepit dengan mobil sehingga tangan kanannya patah, sementara istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya tidak terjepit, namun semuanya luka-luka," kata Taharuddin.

Warga sekitar lokasi kejadian berhamburan ke jalan menolong mereka dan melarikan ke Puskesmas terdekat. Karena kondisi mereka ada yang parah, terpaksa malam itu juga dilarikan ke rumah sakit dr Fauziah untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

"Orang tua kami Khatijah tangannya sangat parah sehingga harus dirujuk ke rumah sakit Zainoel Abidin Banda Aceh," ujarnya.

Sementara dari Sigli dilaporkan, satu korban lakalantas yang belum diketahui identitasnya, hingga sepanjang siang Sabtu (11/8/2012) belum sadarkaan diri, akibat mengalami kritis usai bertabrakan dengan Zahra Suzan (18) warga Gampong Rambong, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, sekira pukul 09.00 WIB.

Kapolres Pidie, AKBP Dumadi SStMk didampingi Kapolsek Peukan Baro, Ipda Asnawi kepada Prohaba, Sabtu (11/8/2012) mengatakan, mereka diperkirakan meluncur dari arah yang sama yaitu Kota Beureunun, Mutiara menuju arah Sigli. Namun, di tengah perjalanan, persisnya, di persimpangan Rambanyan Kecamatan Peukan Baro Pidie, Zahra hendak membelok ke arah kiri menuju rumah neneknya.

"Sementara dari arah belakang remaja tanggung yang tidak diketahui identitas dengan menggunakan baju oblong kuning dan jelana jins coklat meluncur dengan kecepatan tinggi sehingga tabrakan dari arah belakang tak terhindarkan," ujar Dumadi.

Akibat tabrakan tersebut, kedua korban langsung terpelanting ke badan jalan dengan kondisi luka parah di bagian kepala bagi remaja tanggung tanpa identitas. Hingga sepanjang siang hari kondisinya masih kritis tak sadarkan diri. Sementara, lanjut Kapolres, Zahra Sauzan mengalami benturan di kepala dan luka-luka lecet pada bagian lengan dan badan.(c38/c43)

Baca Juga:

  • Sultan HBX Resmikan Wajah Baru Malioboro 
  • Sindikat Curanmor Dibekuk Saat Berniat Kabur ke Madura
  • Kelangkaan BBM Terjadi di Atambua 
  • Tahanan kabur, Kapolsekta Bontoala Dicopot 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.