Kecelakaan Sukhoi

Upaya Sukhoi untuk merambah ke industri pesawat komersial terhenti setelah sebuah kecelakaan naas menimpa salah satu pesawatnya yang sedang menjalani tur ke Asia. Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang melakukan penerbangan demonstrasi atau joy flight di Gunung Salak, Jawa Barat, 8 Mei 2012 lalu ditemukan hancur setelah menabrak gunung.

Semua orang dalam pesawat itu tewas, termasuk kru dari Rusia, serta penumpang yang dibawa dalam demonstrasi penerbangan juga beberapa wartawan yang meliput. Total, ada 45 orang yang dibawa oleh pesawat Sukhoi naas tersebut. Salah satunya adalah Stephen Kamadi yang sempat mengirimkan fotonya di dalam pesawat kepada temannya sebelum lepas landas.

Saking dahsyatnya efek tabrakan tersebut, tim evakuasi tak menemukan jasad korban yang masih utuh. Evakuasi juga mengalami hambatan karena curamnya lokasi tabrakan pesawat — ada korban yang dievakuasi dari tebing dengan kemiringan 85 derajat. Anggota keluarga sampai tak tega melihat jasad keluarga mereka yang jadi korban Sukhoi karena tak mau kenangannya rusak.

Berbagai dugaan bermunculan. Pilot pesawat, ada yang bilang, masih awam terhadap kawasan yang menjadi area uji terbang di Gunung Salak yang rawan berkabut. Pilot kehormatan dan keamanan penerbangan Vladimir Gerasimov menduga bahwa pilot terlalu ceroboh dalam menerbangkan pesawat. Pesawat jet yang menabrak gunung, menurut dia, menunjukkan bahwa pesawat turun dari jarak aman.

Seorang agen intelijen tentara Rusia menuduh Amerika terlibat dalam kecelakaan ini.

Namun pada akhirnya, penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi SJ100 mulai terkuak. Ada peran menara pengawas yang luput dalam penerbangan tersebut. Pengawas udara diduga kurang memandu pilot yang tak paham medan.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...