Kecelakaan Truk Pengangkut Bahan Komoditas Sudan Vs Bus, 8 Orang Tewas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Wad Madani - Delapan orang tewas dan 13 lainnya cedera pada Minggu (12/9) dalam kecelakaan lalu lintas di Negara Bagian Gezira di Sudan tengah, kata Kantor Pers Polisi Sudan dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan itu terjadi antara truk pengangkut komoditas dan bus penumpang mini di jalan raya Khartoum-Medani dekat wilayah Al-Kamlin, Sudan, demikian dikutip dari laman Xinhua, Senin (13/9/2021).

Pihak terkait menghubungkan kecelakaan itu dengan kecepatan tinggi dari kendaraan dan proses mengemudi yang salah.

Sudan adalah salah satu negara dengan tingkat kematian tertinggi dalam kecelakaan lalu lintas, terutama karena mengemudi yang ceroboh, kondisi jalan yang buruk, dan sistem pembuangan kendaraan yang rusak.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tabrakan Serupa di Ghana, 10 Orang Tewas

Ilustrasi kecelakaan (Foto: Pixabay)
Ilustrasi kecelakaan (Foto: Pixabay)

Sementara itu sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya cedera dalam kecelakaan lalu lintas di Ghana selatan pada Minggu (22/8), kata seorang pejabat.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Winneba, Ghana Henry Asiedu mengatakan, kecelakaan itu terjadi ketika dua bus yang melaju dari arah yang berlawanan bertabrakan di Gomoa Mampong.

Dikutip dari laman Xinhua, Gomoa Mampong merupakan kawasan yang banyak ditinggali oleh komunitas nelayan.

"Itu fatal, dan kami harus meluangkan waktu untuk mengumpulkan jenazah," kata Asiedu.

"Sekitar 10 orang meninggal, sedangkan sisanya dirawat di Rumah Sakit Spesialis Trauma," kata Asiedu.

Asiedu menambahkan bahwa beberapa penumpang telah terperangkap di dalam kendaraan, tetapi petugas pemadam kebakaran Ghana berhasil menyelamatkan mereka.

Investigasi penyebab kecelakaan sedang berlangsung.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel