Kecemburuan Antara Istri-istri Osama bin Laden

Hari-hari terakhir Osama bin Laden ternyata dihabiskan di antara istri-istri yang cemburu dan saling mencurigai. Di lantai teratas, Osama berbagi kamar tidur dengan istri termuda yang paling ia sayangi. Masalah datang ketika istri tertuanya muncul dan pindah ke kamar satu lantai di bawah mereka.

Anggota keluarga yang lain, yang hidup bersama di kompleks vila tiga lantai tempat bin Laden terbunuh 2 Mei lalu, malah yakin si istri tertua berniat mengkhianati pemimpin Al Qaida tersebut.

Gambaran kehidupan bin Laden di kompleks Abbottabad itu, seperti dilaporkan Associated Press, datang dari Brigadir Shaukat Qadir, pensiunan tentara Pakistan yang menghabiskan berbulan-bulan menyelidiki kehidupan di rumah tersebut. Ia pun mendapat akses ke rekaman interogasi intelijen Pakistan terhadap istri termuda bin Laden yang ditahan dalam penyerangan tersebut.

Qadir juga diperbolehkan masuk ke dalam vila, yang ditutup usai penyerangan, dan dihancurkan tahun lalu. Foto-foto yang dia ambil, yang diperlihatkan ke Associated Press, menunjukkan tangga utama di dalam vila dan cipratan darah. Foto-foto lain menunjukkan jendela dengan teralis dan tembok setinggi 20 kaki (6 meter) sekitar vila.

Penelitian Qadir membuka tabir kehidupan di tempat persembunyian Osama sebelum akhirnya komando US SEAL menyerbu masuk, membunuh Osama dan empat orang lain. Agen intelijen Pakistan menemani Qadir berkeliling vila. Sumber-sumber lain adalah transkrip interogasi dengan istri Osama, wawancara dengan agen intelijen Pakistan lainnya, dan militan serta suku-suku yang terkait dengan Al Qaida di perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

Kompleks tempat tinggal bin Laden sejak pertengahan 2005 sangat sesak. Ada 28 orang yang tinggal di sana, termasuk bin Laden, tiga istrinya, delapan orang anak, dan lima cucu. Anak-anak bin Laden ada yang berusia 24 tahun, yaitu Khaled. Dia ikut terbunuh saat penyerangan. Selain itu ada juga anak berumur 3 tahun yang lahir saat di Abbottabad. Kurir bin Laden, serta adik si kurir dan istri-istri mereka juga tinggal di sana.
 
Bin Laden, meski baru berusia 54 tahun tampak lebih tua dari usia sebenarnya karena mengidap penyakit ginjal atau perut. Selain itu, ada juga kekhawatiran akan kesehatan mentalnya, kata Qadir seperti ia dapatkan dari agen intelijen Pakistan dan anggota Al-Qaida.

Bin Laden tinggal dan meninggal di lantai ketiga. Istri termudanya adalah Amal Ahmed Abdel-Fatah al-Sada, perempuan Yaman berusia 19 saat menikah dengan pemimpin Al Qaida tersebut pada 1999. Istri lain, Siham Saber, tidur di kamar lain tapi di lantai yang sama. Kamar tersebut juga berfungsi sebagai ruang komputer.

Kedatangan istri tertua Osama, Khairiah Saber yang kelahiran Saudi pada 2011 menghebohkan kehidupan rumah tangga tersebut.

Hubungan antara Khairiah, yang menikahi bin Laden pada akhir 1980an, dan Amal sudah buruk. Alasannya adalah bin Laden yang lebih menyayangi perempuan asal Yaman tersebut.

Bahkan agen intelijen Pakistan yang menginterogasi Khairiah, istri pertama Osama, sempat gentar. "Dia sangat-sangat agresif, galak malah," kata Qadir.

Amal tetap bersama bin Laden saat dia kabur dari Afghanistan dan masuk ke Pakistan, setelah serangan Amerika Serikat pada 2001. Amal pun aktif mengurus perlindungan bin Laden. Osama pun selalu ingin Amal mendampingi dia.

Khairiah kabur dari Afghanistan pada 2001 menuju Iran, bersama dengan saudara dan kerabat Osama serta pimpinan Al-Qaida. Mereka sempat kena tahanan rumah di Iran sampai 2010. Iran melepaskan mereka dan menukar dengan diplomat Iran yang diculik di Peshawar, Pakistan.

Khairiah muncul di Abbottabad pada Februari atau Maret 2011 dan langsung pindah ke kamar di vila lantai dua.

Anak laki-laki bin Laden dengan Siham, Khalid, curiga. Dia berulang kali bertanya ke Khairiah tentang alasan kedatangannya. Pada satu titik, Khairiah bilang, "Saya punya satu tugas akhir yang harus dilakukan untuk suami saya." Khalid langsung bilang ke ayahnya apa yang dikatakan Khairiah dan menyimpulkan bahwa istri pertama ayahnya berniat mengkhianati dia.

Amal juga meyakini hal yang sama. Bin Laden sebenarnya juga curiga, tapi dia tidak khawatir, berharap bahwa nasiblah yang akan menentukan nasibnya.

Tidak ada bukti keterlibatan Khairiah dalam kematian bin Laden. Menurut intelijen Pakistan dan Amerika Serikat, sejak 2 Mei nama Khairiah tidak kedengaran lagi. Malah, menurut Amerika Serikat, si kurirlah yang secara tidak sengaja membongkar keberadaan bin Laden saat CIA berhasil menyadap teleponnya.

Si kurir, orang Pakistan bernama Abu Ahmed al-Kuwaiti, tinggal bersama istri dan empat anaknya di lantai pertama vila. Saudara laki-lakinya, istri, serta tiga anak mereka tinggal di paviliun di dalam kompleks. Al-Kuwaiti, saudara laki-lakinya dan iparnya terbunuh dalam penyerangan.

Bin Laden sudah pernah menikah dua kali sebelum Khairiah, keduanya berakhir dengan perceraian. Bin Laden memiliki lebih dari 20 anak dari beberapa istri.

Amal dan bin Laden sempat bersembunyi beberapa bulan pada 2002 di Salman Talab, daerah pinggiran Kohat, kota perbatasan di barat laut Pakistan. Di sana, bin Laden pernah sekali dikunjungi oleh Khalid Sheik Mohammed, otak penyerangan 9/11 yang ditangkap di Rawalpindi pada 1 Maret 2003.

Menurut Amal, mereka hidup berpindah-pindah sampai akhirnya pada musim panas 2005, mereka menetap di vila di Abbottabad.

Istri-istri dan anggota keluarga bin Laden kini masih menjadi tahanan Pakistan.

Qadir boleh mengunjungi vila tersebut empat kali, terakhir pada bulan November. Tembok di ruang tidur tempat bin Laden meninggal penuh dengan peluru dan percikan darah. Meski begitu, agen intelijen Pakistan mengatakan darah itu adalah darah Amal yang kakinya tertembak saat penyerangan. Ada juga darah di langit-langit. Qadir menduga itu milik bin Laden yang ditembak di matanya.

Qadir tertegun bahwa vila tersebut tidak memiliki mekanisme pertahanan, tidak ada ruang bawah tanah, peringatan, atau jalur tersembunyi untuk kabur.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.