Kecewa Berat, Praveen Jordan Tuntut 5 Penjelasan dari BWF terkait Insiden di All England 2021

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Birmingham - Pemain ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan, ikut bersuara keras atas insiden yang menimpa perwakilan tim Merah Putih di All England 2021. Dia juga meminta lima penjelasan dari Federasi Bulutangkis Indonesia terkait insiden tersebut.

Indonesia menurunkan tujuh wakil pada perhelatan All England 2021, yang sedianya berlangsung pada 17-21 Maret 2021. Tiga wakil sudah bertanding pada Rabu (17/3/2021). yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Jonatan Christie, dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan sudah memastikan lolos ke babak kedua.

Tetapi, setelah itu semua pemain Indonesia harus mundur. Mohammad Ahsan dkk. dipaksa mundur dari turnamen level super 1000 itu karena harus menjalani isolasi mandiri, setelah berada satu pesawat dengan penumpang positif COVID-19, saat penerbangan dari Istanbul ke Birmingham.

Para pemain Indonesia mencurahkan kekecewaan mereka melalui akun media sosial masing-masing. Mereka kompak meminta BWF bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Praveen Jordan mencurahkan perasaannya dengan lebih detail. Melalui unggahan di akun Instagramnya, Praveen menjelaskan kronologi yang menimpa para pebulutangkis Indonesia di All England 2021.

Praveen Jordan juga mengajukan lima pertanyaan dan meminta jawaban dari BWF terkait insiden di All England 2021. Berikut penjelasan lengkap dari unggahan di Instagram pemain yang bersama Melati Daeva Oktavianti bersatus juara bertahan di All England 2021 itu.

Kronologi dari Praveen Jordan

Pebulutangkis ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan berlatih ringan di gym Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, Inggris, Senin (15/3/2021) menjelang berlangsungnya Turnamen All England 2021. (Dok. PBSI)
Pebulutangkis ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan berlatih ringan di gym Hotel Crowne Plaza Birmingham City Centre, Inggris, Senin (15/3/2021) menjelang berlangsungnya Turnamen All England 2021. (Dok. PBSI)

Saya dan teman-teman atlet Indonesia mengungkapkan rasa kecewa dan prihatin atas ketidakadilan yang diterima oleh tim Indonesia.

Dengen kesempatan ini, saya ingin memberikan kronologi yang dialami oleh tim Indonesia.

1. Seluruh tim Indonesia yang berangkat ke Birmingham untuk mengikuti All England 2021 SUDAH melakukan 2 kali vaksin.

2. Seluruh tim Indonesia sudah mengikuti protokol kesehatan dan telah melakukan Swab PCR H-1 sebelum keberangkatan kami ke Birmingham.

3. Setelah kami tiba di Crowne Plaza Birmingham City Centre Hotel, seluruh tim Indonesia juga sudah mengikuti aturan dari BWF untuk melakukan Swab PCR. Sebelum All England dimulai, ada beberapa tim dari negara lain yang mendapatkan hasil positif dari Swab PCR awal. Namun, setelah dilakukan test ulang dan diperoleh hasil negatif, mereka diperbolehkan mengikuti pertandingan.

4. Pada hari pertama (17 Maret 2021), saat sebagian pemain Indonesia sudah / sedang melangsungkan game dan ada juga yang masih menunggu match. Kami mendapatkan kabar ini, tim Indonesia (medis, physiotherapist, dan beberapa atlet yang sedang cooling down) dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel tanpa menggunakan akses yang disediakan.

5. Seperti yang telah diketahui dari berita yang beredar bahwa saat penerbangan tim Indonesia dari Istanbul menuju Birmingham terdapat salah satu penumpang yang terkena Covid-19. Ada tim dari Turki yang satu pesawat juga dengan kami, tetapi pemain tersebut tetap bisa mengikuti pertandingan.

Hal ini mungkin tidak akan terjadi apabila @bwf.official menerapkan Sistem Bubble sebelum All England 2021 diselenggarakan.

Pertanyaan dari Praveen untuk BWF

Logo BWF. (BWF)
Logo BWF. (BWF)

Praveen Jordan juga mengajukan lima pertanyaan khusus dari BWF untuk meminta penjelasan. Berikut pertanyaan dari Praveen.

1. Apakah seluruh tim dari negara lain juga sudah melakukan vaksin seperti tim Indonesia?

2. Apakah hasil swab PCR di Indonesia kurang terpecaya?

3. Tim Indonesia sudah mengikuti semua aturan yang ditetapkan dan kami juga semua mendapatkan hasil negatif. Ada beberapa tim dari negara lain yang awalnya positif dan dalam waktu kurang dari 24 jam dinyatakan negatif. Mereka juga langsung boleh mengikuti pertandingan. Bahkan BWF juga masih menunda pertandingan dari jadwal yang sudah ditentukan dan menunggu hasil. Apakah hasil yang didapatkan dapat dipastikan 100 persen akurat?

4. Menurut saya, BWF telah melanggar peraturan yang mereka buat sendiri. Ketika berita ini muncul, tim Indonesia yang sedang berada di arena dipaksa keluar dari arena untuk kembali ke hotel dengan cara berjalan kaki. Seharusnya, semua tim yang berpartisipasi dalam All England 2021 tidak diperbolehkan keluar dari arena hotel jika tidak menggunakan akses yang telah disediakan (bus). Dengan disuruh berjalan kaki dari arena kembali ke hotel, apakah itu bukan berarti keluar dari area hotel?

5. Saya melihat ketidakadilan yang telah dilakukan BWF kepada tim Indonesia. BWF tidak memberikan penjelasan yang detail kepada kami tentang siapa orang yang positif dan dari mana asalnya. Kebetulan kami juga satu pesawat dengan atlet dari Turki, tetapi dia tetap diperbolehkan untuk mengikuti pertandingan. Apa bedanya tim Indonesia dengan tim Turki.

Hal ini mungkin tidak akan terjadi jika BWF menerapkan sistem bubble sebelum All England 2021 diselenggarakan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini