Kecewa Satgas Covid-19 Bagikan Masker di Acara Rizieq Shihab, 2 Ribu Relawan Mundur

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 2.000 relawan Satgas Covid-19 Jabodetabek mengundurkan diri. Mereka kecewa dengan aksi pembagian 20.000 masker yang diberikan BNPB ke massa saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri pimpinan FPI Muhammad Rizieq Syihab pada 12 November lalu.

Koordinator relawan pendukung Satgas Covid-19 wilayah Jabodetabek, Abdul mufid mengatakan, pengunduran diri ini sudah disampaikan kepada Kepala Satgas Covid-19 Doni Monardo pada Kamis (19/11/2020) kemarin.

"Kalau bidang lain kami tidak tahu mundur juga atau tidak tapi kalau kami, kemarin sudah disampaikan ke Pak Doni dan responnya biasa saja. Katanya 'ya silakan saja mundur' ya sudah, berarti sudah kita tidak dibutuhkan lagi," kata Abdul Mufid saat dihubungi merdeka.com, Jumat (20/11/2020).

Mufid mengaku kecewa dengan sikap pimpinannya, Doni Monardo. Pembagian masker itu secara tidak langsung menurut Mufid, Doni telah mendukung acara yang menimbulkan kerumunan hingga ribuan orang itu. Dia menilai pembagian masker itu sangat bertolak belakang dengan tujuan Satgas Covid-19 yaitu mencegah penularan dengan mencegah kerumunan.

"Alasan kami mundur karena kami kecewa dengan pimpinan. Kami bekerja keras tanpa pamrih, nah pimpinan kami malah membagikan 20 ribu masker, ibaratnya kan beliau mendukung," kata dia.

Menurutnya, apa yang dilakukan relawan Satgas Covid-19 bidang pendukung selama delapan bulan ini menjadi sia-sia. Dia bahkan merasa, kinerja para relawan tidak dihargai.

"Sia-sia yang kita lakukan dari Maret, ibaratnya beliau tidak menghargai kinerja relawan di bawahnya yang langsung turun ke masyarakat bekerja mengatasi Covid-19," ujar dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Tetap Terjun ke Masyarakat

Meski begitu, Mufid mengaku bersama teman-teman yang lain akan tetap terjun ke masyarakat melakukan apa yang biasa mereka lakukan saat menjadi relawan pendukung Satgas Covid-19. Namun, dia berkomitmen untuk tidak menggunakan nama Satgas Covid-19.

Dia dan teman-temannya akan membawa nama lembaga sosialnya masing-masing. Sebab, kata dia, 2.000 relawan yang mengundurkan diri ini memang telah tergabung dengan beberapa lembaga atau komunitas sosial.

"Kita kan jadi relawan dengan keikhlasan. Ibaratnya kita kan digaji tanpa honor, dari pada kita dikecewakan lebih baik kita membesarkan nama lembaga kita sendiri. Kita risiko tertularnya kan juga besar," katanya.

Selama menjadi relawan Satgas Covid-19, para relawan bidang pendukung ini memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat terhadap langkah-langkah pencegahan penularan Covid-19. Para relawan ini juga melakukan pendampingan jika ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka akan membantunya untuk melaporkan ke dinas kesehatan terdekat untuk diperiksa dan dirawat hingga sembuh. Selain itu, para relawan ini juga membantu Satgas untuk mencegah adanya klaster baru di masyarakat yang baru didapati kasus Covid-19.

"Kami juga rutin memberikan laporan kalau ada masyarakat yang kena Covid-19 atau terdampak Covid-19, kita langsung hubungi tenaga medis dan aparat terkait," ujarnya

"Intinya kami akan mundur atas nama relawan bidang pendukung Satgas Covid-19, kita akan tetap turun namun tidak membawa nama Satgas," tambahnya.

Respons Doni Monardo

Secara terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Doni Manardo pun merespon mundurnya para relawan Satgas Covid-19 ini. Dia mengatakan, seorang anggota Satgas Penanganan Covid-19 seharusnya dituntut untuk bisa mengendalikan emosi agar tepat dalam mengambil langkah dan keputusan. Menurutnya, relawan harus memiliki sifat sabar dalam melakukan perjuangan.

"Jadi memang kita dituntut pengorbanan, dituntut kesabaran. Kalau ada satu masalah yang terjadi, sebaiknya tidak boleh dilakukan secara emosional,” kata Doni, Jumat (20/11/2020).

Meskipun begitu, Doni mengatakan pihaknya tidak mampu untuk menghalangi para relawan yang mau mundur. Dia pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas kerja keras para relawan selama 8 bulan ini. Doni pun berharap, kerjasama antar semua pihak dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini tetap berjalan, sebab kata dia, hal itu sangat dibutuhkan.

"Kami pun tidak bisa melarang. Karena para relawan ini bekerja dengan dasar hati nurani. Bekerja berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan," kata dia.

Doni mengungkapkan saat itu kerumunan massa sudah tidak bisa dihindari. Langkah yang diambil Satgas adalah memberikan masker sebanyak 20.000.

"Pemberian masker bukan bagian dari upaya mendukung acara. Upaya pemberian masker kepada penyelenggara acara pernikahan anak Rizieq karena langkah-langkah seperti menghindari kerumunan, sudah tidak bisa dilakukan," kata Doni dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta, Minggu (15/11/2020).

Doni menyadari langkah Satgas melahirkan pro dan kontra. Oleh sebab itu, dia menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang kontra atau tidak mendukung pembagian masker tersebut. Padahal, kata Doni, tujuan utama Satgas yakni untuk keselamatan rakyat Indonesia.

"Solus populi suprema lex, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ungkapnya.

Reporter : Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: