Kecil tapi berbahaya: Abu Gunung Taal memenuhi ibu kota Filipina

Manila (Reuters) - Sebuah gunung berapi di dekat Manila memuntahkan awan debu besar yang melayang di seluruh ibu kota Filipina pada Minggu, memaksa pembatalan penerbangan dan penutupan sekolah-sekolah dan kantor-kantor pemerintah saat pihak berwenang memperingatkan kemungkinan terjadinya "letusan eksplosif".

Ribuan orang dievakuasi dari daerah dekat gunung berapi Taal setelah gunung itu tiba-tiba menyemburkan kolom abu dan uap setinggi 15 km (sembilan mil) ke langit. Petir berdentum di tengah-tengah asap dan gempa mengguncang tanah.

Taal, salah satu gunung berapi aktif terkecil di dunia, berada di tengah danau sekitar 70 km (45 mil) selatan dari pusat ibu kota, Manila. Pihak berwenang mengatakan ada risiko bahwa letusan dapat menyebabkan tsunami di danau.

"Taal adalah gunung berapi yang sangat kecil, tetapi gunung berapi yang berbahaya," kata Renato Solidum, kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) kepada Reuters. "Ini unik karena merupakan gunung berapi di dalam gunung berapi."

Lembaga ini menaikkan tingkat bahaya yang ditimbulkan oleh gunung berapi menjadi 4 dari kemungkinan 5 - yang berarti "letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari."

Filipina terletak di kawasan "Cincin Api", sabuk gunung berapi yang mengelilingi Samudra Pasifik yang juga rentan terhadap gempa bumi.

Salah satu gunung berapi paling aktif di Filipina, Taal telah meletus lebih dari 30 kali dalam lima abad terakhir, paling baru pada tahun 1977. Sebuah letusan pada tahun 1911 menewaskan 1.500 orang dan satu letusan pada 1754 bertahan selama beberapa bulan.

"Itu skenario terburuk," kata Solidum.

Ribuan orang dievakuasi

Sekitar 8.000 penduduk pulau gunung berapi dan kota-kota berisiko tinggi lainnya sedang dievakuasi, dengan sekitar 6.000 sudah keluar dari zona bahaya pada Minggu malam, kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional kepada wartawan.

Gunung berapi dan wilayah di sekitarnya itu adalah lokasi liburan akhir pekan yang populer dari Manila.

Abu yang melayang memaksa pembatalan 172 penerbangan masuk dan keluar dari bandara internasional pada Minggu. General Manager Ed Monreal mengatakan penerbangan juga akan ditangguhkan pada Senin karena ada abu di landasan.