Kecuali Indonesia, Pelancong dari 11 Negara Diizinkan Masuk ke Arab Saudi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Riyadh - Arab Saudi akan mengizinkan masuknya pelancong dari 11 negara mulai dari 30 Mei 2021, sebagai bentuk pelonggaran perjalanan internasional menyusul pandemi virus corona COVID-19, Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada hari Sabtu 29 Mei 2021, mengutip sumber resmi di Kementerian Dalam Negeri.

Daftar negara ini termasuk UEA, Jerman, AS, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Prancis, dan Jepang, dengan syarat menerapkan prosedur karantina kesehatan setibanya mereka ke Kerajaan, demikian seperti dikutip dari Saudi Gazette, Minggu (30/5/2021). Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Sumber itu mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan laporan Otoritas Kesehatan Masyarakat mengenai situasi epidemiologi di sejumlah negara yang dinyatakan menunjukkan stabilitas dan efektivitas dalam mengendalikan pandemi di beberapa negara ini.

Pada bulan Februari, pihak berwenang telah melarang masuknya pelancong dari negara-negara ini kecuali untuk warga negara Saudi, diplomat, profesional kesehatan dan keluarga mereka.

Sebelumnya, kementerian dalam negeri mengatakan bahwa semua pengunjung yang tidak divaksinasi yang datang dari negara-negara yang tidak menghadapi larangan perlu melaksanakan karantina setibanya mereka di Arab Saudi sebagai bagian dari langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran COVID-19 di Kerajaan.

Langkah tersebut wajib dilakukan bagi seluruh pelancong yang tidak divaksinasi untuk mematuhi prosedur karantina untuk jangka waktu 7 hari dan mendapatkan dokumen asuransi kesehatan yang valid untuk menutupi risiko virus corona.

Karantina diberlakukan di fasilitas di bawah pengawasan otoritas kesehatan, berbeda dengan prosedur karantina rumah yang dilaksanakan kediaman/tempat tinggal sementara para pelancong. Mereka yang tidak divaksinasi juga harus menjalani tes PCR untuk virus corona pada hari pertama dan ketujuh kedatangan mereka.

Larangan Bepergian WN Saudi ke 13 Negara

Pandangan udara menunjukkan jalan raya yang sepi karena pandemi COVID-19 pada hari pertama perayaan Idul Fitri di ibu kota Saudi, Riyadh, Senin (24/5/2020).  Arab Saudi memberlakukan jam malam 24 jam selama lima hari libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H, dari 23 Mei 2020. (FAISAL AL-NASSER/AFP)
Pandangan udara menunjukkan jalan raya yang sepi karena pandemi COVID-19 pada hari pertama perayaan Idul Fitri di ibu kota Saudi, Riyadh, Senin (24/5/2020). Arab Saudi memberlakukan jam malam 24 jam selama lima hari libur Hari Raya Idul Fitri 1441 H, dari 23 Mei 2020. (FAISAL AL-NASSER/AFP)

Sementara Kerajaan secara resmi mencabut penangguhannya terhadap warga yang bepergian ke luar negeri pada 17 Mei, itu telah memperingatkan warga dari bepergian ke 13 negara tanpa izin karena keadaan keamanan dan ketidakstabilan di sejumlah negara, dan juga kelanjutan pandemi virus corona.

Negara-negara yang disarankan warga Saudi untuk tidak berkunjung adalah sebagai berikut: Afghanistan, Armenia, Belarus, Republik Demokratik Kongo, India, Iran, Lebanon, Libya, Somalia, Suriah, Turki, Venezuela dan Yaman.

Kemudian, General Authority of Civil Aviation (GACA) mengeluarkan surat edaran kepada semua maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara Kerajaan mengenai berakhirnya penangguhan perjalanan bagi mereka yang datang dari 11 negara ini.

Keputusan itu mempertimbangkan stabilitas situasi epidemiologi di beberapa negara dan efektivitas mengendalikan pandemi di beberapa negara lainnya.

GACA juga menyerukan kepada para pelancong untuk mematuhi prosedur yang harus ditindaklanjuti dan menindaklanjuti pembaruan mekanisme dan prosedur karantina kelembagaan.