Kecurigaan Warga Ungkap Perbuatan Sadis Ayah Bunuh Anak di Gunung Sitoli Nias

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gunung Sitoli Perbuatan sadis dilakukan seorang ayah di Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, tega menghabisi nyawa anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun. Pelaku membunuh korban saat berada di dalam kamar rumah mereka.

Informasi diperoleh Liputan6.com, pelaku berinisal AZ alias Ama Enjel (40) warga Dusun I Bawadesolo, Kecamatan Gunung Sitoli, Kota Gunung Sitoli. Korban adalah anak kandung pelaku berinisal ASZ.

"Peristiwa terjadi pada Jumat, 19 November 2021, sekitar pukul 03.40 WIB," kata Kapolres Nias, AKBP Wawan Irawan, Sabtu (20/11/2021).

Diterangkan Wawan, peristiwa pembunuhan diketahui setelah seorang warga melihat pelaku mondar mandir di depan rumahnya. Saat itu warga melihat pelaku mondar mandir sambil mengerang kesakitan.

"Saksi juga melihat pelaku keluar dari kamar rumahnya, dan pakaian yang digunakan pelaku bersimbah darah," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kecurigaan Warga

Ilustrasi - Rumah korban pembunuhan dipasang garis polisi (Merdeka.com / Ronald)
Ilustrasi - Rumah korban pembunuhan dipasang garis polisi (Merdeka.com / Ronald)

Warga yang curiga, kemudian mendatangi rumah pelaku. Warga juga sempat melihat di kamar korban yang merupakan anak kandung pelaku sudah meninggal dunia dalam kondisi luka parah di sekujur tubuh.

Warga selanjutnya melapor ke pihak kepolisian, dan pihak kepolisian yang menerima laporan dari warga langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat itu juga.

"Korban kondisinya mengalami luka robek pada bagian leher depan, luka robek pada bagian perut depan, dan luka robek pada lutut kaki sebelah kiri," Wawan menerangkan.

Dibawa ke Rumah Sakit

Ilustrasi Kasus Pembunuhan | via: guardianlv.com
Ilustrasi Kasus Pembunuhan | via: guardianlv.com

Saat di lokasi, polisi langsung mengamankan pelaku dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen. Pelaku juga dibawa ke rumah sakit untuk diobati karena mengalami tluka di bagian leher depan.

"Dugaan, akibat perbuatannya sendiri. Jasad korban dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan medis. Kta juga amankan barang bukti sebilah parang," sebutnya.

Pasal yang dipersangkakan kepada pelaku adalah Pasal 44 ayat 3 dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Junto Pasal 338 dari KUHPidana.

"Dengan ancaman pidana 15 tahun penjara," Wawan menandaskan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel