Kedai Kopi Jadi Viral Lantaran Sedotan yang Diklaim Bisa Dimakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Demi mengurangi jumlah sedotan plastik bekas pakai, berbagai inovasi telah diadopsi, tidak terkecuali oleh sederet kedai kopi di berbagai negara. Beberapa ada yang mengubah desain kemasan minuman mereka agar tidak memerlukan sedotan. Lainnya memilih menyediakan sedotan non-plastik.

Yang tengah jadi sensasi online adalah terobosan sedotan yang bisa dimakan dari rantai The Coffee Bean and Tea Leaf di Malaysia. Gerai minuman ini telah dikenal melalui sedotan berwarna ungu yang belakangan didemonstrasikan bisa dimakan, melansir Says, Jumat, 17 September 2021.

Salah seorang stafnya, melalui akun TikTok pribadi, @whynotjemah_, menunjukkan fakta ini. Dalam klip itu, ia menuliskan, "Ini sedotan yang sedang viral saat ini, kan? Yang belum coba, yuk coba!"

Di video tersebut, ia terlihat membuka bungkus sedotan sebelum memasukkannya ke dalam minuman. Pria diketahui bernama Azmey Zainal ini kemudian mulai minum dari sedotan seperti biasa, sebelum menggigit dan menelannya.

"Yang penting 100 persen terbuat dari beras. Kalau tidak nyaman memakannya saat keras, rendam dalam minuman lebih lama dan biarkan teksturnya berubah seperti jeli," katanya.

Kendati membuat heboh, trik ini sebenarnya bukanlah rahasia. Faktanya, The Coffee Bean and Tea Leaf mengaku bangga dengan sedotannya karena mampu terurai secara alami dan dapat dimakan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Banjir Komentar

Sedotan kedai kopi yang diklaim bisa dimakan. (dok. tangkapan layar TikTok @whynotjemah_/https://www.tiktok.com/@whynotjemah_/video/7006397806403439899)
Sedotan kedai kopi yang diklaim bisa dimakan. (dok. tangkapan layar TikTok @whynotjemah_/https://www.tiktok.com/@whynotjemah_/video/7006397806403439899)

Awal Juni lalu, rantai gerai minuman tersebut sempat berbagi fakta ini di akun di Facebook mereka. "Kami telah memulai langkah yang benar dengan sedotan terbuat dari beras, biodegradable, dapat dimakan, dan 100 persen 'ramah penyu,'" tulisnya, merujuk pada banyaknya kasus sedotan plastik di lautan melukai para penyu.

Sampai artikel ini ditulis, klip sedotan yang bisa dimakan itu telah ditonton 1,1 juta kali dan menarik ribuan komentar. Kebanyakan mereka mengaku belum tahu fakta ini dan "tidak sabar" mencobanya.

Ada juga yang mengaku sudah pernah mencoba memakan sedotan tersebut. "Saya memakan bagian sedotan yang sudah lebih lembek dan itu terasa seperti pasta yang sudah dimasak. Pacar saya kemudian memandang saya seperti orang gila," tulis seorang pengguna.

Sedotan dari Pasta

Pasta gantikan plastik sebagai bahan baku sedotan. (dok. Instagram @stroodles_straws/https://www.instagram.com/p/B0NsF0rIDu8/)
Pasta gantikan plastik sebagai bahan baku sedotan. (dok. Instagram @stroodles_straws/https://www.instagram.com/p/B0NsF0rIDu8/)

Sedotan berbahan makanan sudah lebih dulu diinisiasi sejumlah bar di Italia pada 2019 lalu. Mereka menggagas sedotan terbuat dari pasta yang dinamai Stroodles. Melansir Bored Panda, pihaknya menjelaskan, sedotan pasta bisa bertahan lebih dari satu jam setelah dicelupkan ke minuman dingin.

Makin dingin minumannya, makin lama sedotan pasta bisa bertahan. Sementara, untuk minuman panas memang tak direkomendasikan diminum dengan sedotan, lantaran dapat membuat lidah terbakar.

"Setelahnya (sedotan pasta) bisa ditinggalkan untuk jadi kompos," tutur Founder Stroodles Maxim Gelmann. Pasta dpilih sebagai bahan baku, bukan karena sudah sangat lekat dengan Italia, tapi juga dikenal hampir semua orang di dunia.

"Jadi, kami bisa menyolek mereka yang paparan informasinya cenderung rendah tentang produk ramah lingkungan," tambahnya. Maxim mengatakan, sedotan pasta hanya langkah awal perusahaannya melawan penggunaan plastik sekali pakai.

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel