Kedai Ramen Pasang Baliho "Buy 1 Get 1 Kecuali Presiden", Ini 5 Fakta Terbaru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta PPKM diperpanjang menyebabkan pemilik usaha kuliner di beberapa daerah meronta. Diantaranya, ada yang terpaksa harus menutup tempat usahanya lantaran penurunan omset karena sepi pembeli. Seperti yang dilakukan pemilik kedai ramen Ranjang 69 di Kabupaten Garut.

Lantaran sepi, sang pemilik kedai ramen membuat sebuah spanduk bertuliskan "Merdeka! Promo PPKM Buy 1 Get 1 Free Ramen". Tak hanya itu, dalam spanduk terdapat foto Presiden RI Joko Widodo yang di sampingnya tertulis "Kecuali Presiden".

Tak sampai di situ. Meski telah memberi promo, si pemilik tetap memilih menutup kedai tersebut lantaran sepi pembeli. Ia pun mengganti spanduk promo itu dengan spanduk baru yang berisi tentang curahan hatinya.

Spanduk tersebut bertuliskan "Kami terpaksa tutup, karena kebijakan pemerintah dan kami tidak dibiayai pemerintah", seperti yang dikutip Liputan6.com pada Jumat, (30/7/2021). Sontak, spanduk tersebut viral di media sosial.

1. Lokasi Kafe

Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)
Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)

Sebelum tutup, kedai ramen tersebut sempat memberi promo kepada konsumennya yang diumumkan melalui spanduk besar yang terpasang di depan kedai. Rupanya, spanduk tersebut dinilai menyuarakan hal yang provokatif.

Kedai ramen bernama Cafe Ranjang 69 itu terletak di jalan Cimanuk, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Usai spanduk tersebut viral di media sosial, Satgas Covid-19 pun datang untuk memberi imbauan.

2. Dinilai Provokatif

Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (TikTok/@cuzzlathiff)
Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (TikTok/@cuzzlathiff)

Melalui laman Instagram @polresgarut menjelaskan bahwa spanduk yang terpasang tersebut mengandung unsur provokatif yang bertuliskan promo "gratis beli 1 gratis 1" dengan menambahkan kalimat "Kecuali Presiden".

Petugas kemudian melakukan imbauan dan pendekatan secara persuasif kepada pemilik kedai ramen tersebut. Tak berselang lama, pemilik cafe dengan sukarela menurunkan sendiri spanduk yang bertuliskan unsur provokatif tersebut, Senin (26/7/2021).

3. Pasang Spanduk Lain

Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)
Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)

Pemilik kedai mengaku jika di awal masa PPKM Darurat, tempat usahanya masih bisa bertahan dengan sistem take away. Namun, setelah beberapa hari terjadi penurunan yang signifikan. Ia pun memilih menutup tempat usahanya karena sepi.

Saat tutup, pemilik kafe kembali menaikkan spanduk dengan tulisan "Kami terpaksa tutup, karena kebijakan pemerintah dan kami tidak dibiayai pemerintah". Tak lama, spanduk itu kembali diturunkan oleh Satgas Covid-19 tingkat kelurahan karena ditakutkan memprovokasi atau meresahkan.

4. Pemilik Kedai Minta Maaf

Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)
Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Twitter/@_mardial_)

Dikutip dari Instagram @polresgarut, pemilik kedai pun memberikan permohonan maaf. Ia mengaku, pemasangan spanduk tersebut bukan berniat untuk mengkritik atau memprovokasi. Ia mengungkapkan bahwa itu hanya dalam rangka mempromosikan makanannya.

5. Ingin Viral

Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Instagram/@polresgarut)
Spanduk kedai ramen dinilai provokatif. (Instagram/@polresgarut)

Lanjutnya, pemilik kafe mengungkapkan pemasangan spanduk tersebut dilakukan agar dapat menarik konsumen. Ditambah lagi agar menjadi sensasi dan viral.

Selain itu, pria pemilik kafe tersebut juga meminta maaf kepada presiden dan pemerintah daerah atas tulisan dalam spanduk yang dipasang. Ia pun berjanji tidak akan melakukannya kembali.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel