Kedatangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin tertunda

Kepulangan jamaah haji kelompok terbang (Kloter) 3 Debarkasi Banjarmasin yang terdiri dari jamaah asal Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tapin, Barito Kuala dan Kota Banjarmasin yang direncanakan mendarat di Tanah Air pada Rabu (27/7), mengalami penundaan.

"Sesuai jadwal jamaah akan tiba di Tanah Air pada 27 Juli mengalami penundaan dikarenakan ada kendala teknis, guna lebih menjamin kenyamanan dan keselamatan jamaah haji," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama HSU, Ahmad Rusyadi di Amuntai, Selasa.

Rusyadi menjelaskan, jamaah haji kloter 3 direncanakan berangkat dari Bandara King Abdul Aziz pada Rabu (27/7) pukul 06.40 Waktu Arab Saudi (WAS), dan tiba di Bandara Syamsudinnor Banjarmasin pada Kamis (28/7) sekitar pukul 04.10 wita menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GIA-8203.

"Semoga dengan adanya jadwal yang terbaru ini tidak mengalami perubahan lagi, jamaah haji khususnya kloter tiga dapat dipulangkan ke tanah air dalam keadaan sehat, selamat dan yang jelas mendapatkan berkah haji yang mabrur," katanya.

Ia menambahkan, terkait kompensasi keterlambatan penerbangan kepulangan jamaah haji saat ini telah ditanggung maskapai penerbangan baik untuk penginapan ataupun konsumsi jemaah.

Terkait keterlambatan penerbangan dari jadwal yang telah ditentukan, para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah memberikan informasi tersebut kepada jemaah haji.

"Para petugas telah memberikan informasi kepada jemaah haji tentang jadwal terbaru, dan tentunya meminta jemaah tetap tenang dan sabar karena keterlambatan atau penundaan ini adalah hal yang wajar, " katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten HSU Masbudianto mengatakan, usai menjalani ibadah di Tanah Suci Mekkah, jemaah haji Debarkasi Banjarmasin akan dilakukan serangkain proses pengecekan kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Sehubungan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di HSU sebanyak 16 orang positif dan satu meninggal dunia. Lonjakan kasus secara Nasional, maka kita harus menjaga protokol kesehatan kembali," ujarnya.

Masbudianto menerangkan terkait kedatangan jemaah haji akan dilakukan screening atau pengecekan dengan tes antigen kepada jamaah.

"Jamaah haji akan dilakukan Screening di Asrama Embarkasi Banjarmasin dengan Tes Antigen untuk mengetahui apakah para jemaah haji kita ini terkonfirmasi COVID-19 atau tidak," jelasnya.

Bagi jamaah haji yang terkonfirmasi positif COVID -19 akan dipisahkan transportasi pemulangannya dengan jemaah haji lainnya.

Pemerintah daerah telah menyiapkan transportasi khusus untuk memisah dengan jemaah lainnya, sedangkan untuk penangannya bagi yang tidak bergejala atau gejala ringan itu akan dipantau oleh masing-masing puskesmas dan dilakukan isolasi mandiri.

Masbudianto mengimbau kepada masyarakat HSU atau keluarga jemaah haji yang melakukan penjemputan untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan.

Bagi keluarga yang positif COVID-19 untuk sementara bersabar tidak berkunjung untuk menghindari penyebaran.
Baca juga: Kepulangan jamaah haji kloter 1 Banjarmasin tertunda 12 jam
Baca juga: Kemenag Kalsel: jamaah haji Embarkasi Banjarmasin sudah di Mekkah
Baca juga: Kepala Kanwil Kemenag Kalsel pimpin lontar jumroh hari kedua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel