Kedekatan Glenn Fredly dengan Sepakbola Indonesia

Riki Ilham Rafles

VIVA – Musisi papan atas Indonesia, Glenn Fredly meninggal dunia pada Rabu malam WIB 8 April 2020. Sebab kematian pria berusia 44 tahun itu adalah penyakit meningitis.

Glenn yang sohor sebagai penyanyi solo di Indonesia, rupanya juga punya kedekatan dengan sepakbola. Dia pernah menjadi produser sebuah film Cahaya dari Timur: Beta Maluku.

Film tersebut merupakan cerita hidup seorang pesepakbola asal Tulehu, Maluku bernama Sani Tawainela. Pernah membela Timnas Indonesia pada Piala Pelajar Asia 1996, sayangnya tidak bisa menjadi pemain profesional.

Dari sana Sani kemudian bertekad membangun sepakbola di Tulehu dengan menjadi pelatih. Ketika dia menjalani tugas baru, konflik Ambon pecah. 

Segala cobaan kemudian menimpa tim sepakbola yang dibangun Sani. Namun dia enggan menyerah, segenap upaya dilakukan guna mempertebal jalinan persaudaraan antarpemain.

"Di sini, saya ingin menyampaikan bahwa sepakbola bisa menjadi misi perdamaian," papan Glenn mengenai alasannya mau menjadi produser Cahaya dari Timur: Beta Maluku.

Perhatian Glenn terhadap sepakbola Indonesia tak berhenti sampai di sana. Dia rupanya memantau terus siapa saja pemain yang bahkan usia muda berasal dari Maluku.

Ketika salah satu pemain Timnas Indonesia U-16, Alfin Farhan Lestaluhu meninggal dunia. Glenn turut mengungkapkan rasa duka melalui Instagram pribadi.

"Rest in love Alfin Farhan Lestaluhu, terimakasih atas perjuangan dan mengharumkan sepakbola Indonesia U-16. Terutama mengharumkan nama Maluku dalam sepak bola tanah air," tulis Glenn dalam akun Instagram pribadinya, 1 November 2019.

Alfin merupakan salah pemain potensial yang berasal dari Tulehu. Sayangnya, di usia muda dia mengalami infeksi otak.