Kedelai Lokal Alami Kelangkaan, Harga Tahu Tempe di Jakarta Naik 20 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati menyatakan alasan adanya peningkatan harga tahu dan tempe di pasaran.

Kata dia, hal tersebut disebabkan karena adanya perubahan harga kedelai impor yang meningkat per kilogramnya.

"Kedelai impor dari Rp 7.000 per kilogram menjadi Rp 9.200 - Rp 9.500 per kilogram telah berdampak terhadap produksi tahu-tempe saat ini," kata Suharini berdasarkan keterangan tertulis, Selasa (5/1/2021).

Suharini menjelaskan, kenaikan harga kedelai tersebut terjadi setelah China meningkatkan kuota impor kedelai sebesar 60 persen.

Lalu, para pengrajin tahu tempe sempat melakukan penghentian produksi pada 1-3 Januari 2021.

Kenaikan Harga 20 Persen

Pekerja memotong tahu yang baru dicetak, di sebuah industri tahu rumahan di pinggiran Jakarta, Rabu (10/7/2019). Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Pekerja memotong tahu yang baru dicetak, di sebuah industri tahu rumahan di pinggiran Jakarta, Rabu (10/7/2019). Karena populernya, tahu menjadi bagian tak terpisahkan yang ditemui di tempat makan berbagai tingkat sosial di Indonesia, bersama-sama dengan tempe. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Lanjut Suharini, sempat terjadi kekosongan tahu dan tempe. Akibatnya para penjual di pasar tradisional menaikan harga.

"Pada tanggal 4 Januari 2021, DKPKP juga melakukan pemantauan tahu-tempe di pasar tradisional, dan tahu-tempe sudah ada di pasar dengan penyesuaian harga. Kenaikan harga tahu-tempe sekitar Rp 2.000 atau 20 persen," papar dia.

Karena hal itu, saat ini pihaknya tengah berusaha untuk menonjolkan kedelai lokal di Jakarta. Selain itu, dia juga telah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga pasar.

"Pemerintah akan menonjolkan kedelai lokal yang saat ini baru mencukupi 30 persen kebutuhan kedelai dalam antisipasi kebutuhan kedelai impor," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: