Kedepankan Protokol Kesehatan Covid-19, Wisata Bali Perlahan Mulai Bangkit

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia, bukan hanya menyerang kesehatan, tapi sendi-sendi ekonomi, tak terkecuali industri Pariwisata.

Bali yang menjadi salah satu surganya pariwisata di Indonesia, juga ikut terdampak. Namun, kini perlahan-lahan mulai bangkit, dengan mengedepankan sejumlah tatanan baru dan protokol kesehatan Covid-19.

Liputan6.com, bersama Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, berkesempatan langsung untuk melihat penerapan protokol kesehatan Covid-19, di sejumlah destinasi wisata, hotel bahkan sampai kafe maupun restoran.

Beberapa hotel di kawasan Seminyak, Kabupaten Badung sudah menerima wisatawan domestik ataupun mancanegara. Misalnya, seperti di Hotel Courtyard by Marriott di Seminyak, yang areanya sudah mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

Mulai dari tempat mencuci tangan, hand sanitizer, hingga petugas untuk mengecek suhu tubuh.

Meja reservasi juga diberikan pembatas berupa kaca untuk meminimalisir penyebaran antara petugas dan pengunjung. Karena menyesuaikan dengan tatanan baru, maka minuman selamat datang yang biasanya disajikan sebelum melakukan reservasi, kini disiapkan di kamar masing-masing.

Selain itu, di hotel ini juga tak disiapkan makanan dengan prasmanan, terlebih saat sarapan. Di restoran pengunjung disediakan daftar menu yang berbasis virtual dan disajikan secara pesanan oleh pramusaji.

Karena itu, para pramusaji menggunakan masker, face shield, hingga sarung tangan. Lalu, hand sanitizer juga tersedia di sejumlah titik restoran hotel.

Penerapan di Cafe

Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata di Bali. (foto: Ika Defianti/Liputan6.com).
Penerapan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata di Bali. (foto: Ika Defianti/Liputan6.com).

Penerapan protokol kesehatan Covid-19, juga terlihat saat Liputan6.com mendatangi Kedai Kopi Kumulilir di Gianyar. Akibat pandemi Covid-19, kedai ini mengalami penurunan jumlah pengunjung yang sangat drastis.

Hal ini diakui oleh Pemilik Kedai Kopi Kumulilir, Nyoman Diana. "Kalau pengunjung sangat banyak penurunannya, lima bulan pertama hampir 100 persen karena kita sempat tutup," jelas Diana.

Karena itu, untuk bangkit kembali, mereka juga menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 dan memberikan rasa aman. Hand sanitizer dan tempat cuci tangan juga disediakan di sana. Saat memasuki kedai, petugas juga akan mengecek suhu tubuh pengunjung.

Selain dapat menikmati kopi, pengelola juga menyiapkan sejumlah kawasan permainan anak dan keluarga. Meski masih tampak sepi, mereka sudah siap menyambut tatanan baru di tengah pandemi Covid-19 ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: