Kediaman Taufiq Kiemas Seperti Pasar Bunga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Memasuki hari kedua pasca-meninggalnya Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas, karangan bunga ucapan duka cita terus berdatangan ke rumah duka di Jalan Teuku Umar Nomor 27, Menteng, Jakarta Pusat. Kini, kediaman pribadi (almarhum) Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri itu seperti pasar bunga.

Pantauan Tribunnews.com pada Senin (10/6/2013) petang, ribuan karangan bunga ucapan bela sungkawa itu terpajang rapi di sepanjang tepi jalan depan rumah duka.

"Jumlahnya sudah lebih dari seribuan. Kemarin saja sudah sembilan ratusan karangan bunga," ujar petugas piket di rumah duka.

Banyaknya karangan bunga ucapan duka cita yang berdatangan membuat sebagian karangan bunga diletakkan di bundaran Jalan Teuku Umar atau sekitar 50 meter dari rumah duka.

Puluhan karangan bunga tersebut pun makin memperindah bundaran yang terletak di kawasan elit tersebut.

Karangan bunga ucapan bela sungkawa itu di antaranya datang dari Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden RI Boediono, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo, Keluarga besar Abdurrahman Wahid.

Selain itu, pengusaha Tommy Winata dan keluarga, Agum Gumelar, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Agil Sirroj, Gubernur Maluku, Presidium Majelis Nasional KAHMI, dan sejumlah anggota DPR, MPR, DPD, juga menyampaikan bela sungkawa melalui karangan bunga.

Selain melalui karangan bunga, sebagian warga dan tokoh juga ikut mendoakan almarhum dengan datang ke rumah duka untuk doa dan tahlil.

Taufiq Kiemas meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di Singapore General Hospital, Singapura, pada Sabtu (8/6/2013) pukul 18.05 waktu setempat. Taufiq meninggal dunia karena komplikasi penyakit yang lama dideritanya.

Baca Juga:

  • Hajriyanto Berharap Ketua MPR Tidak Jauh dari Sosok Taufiq Kiemas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.