Kedubes AS di Moskow Minta Warganya Segera Tinggalkan Rusia

Merdeka.com - Merdeka.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Ibu Kota Moskow, Rusia meminta warga AS agar segera meninggalkan Rusia. Peringatan ini muncul sepekan setelah keputusan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk memobilisasi sebagian militernya.

Sebelumnya kedubes AS juga pernah mengeluarkan peringatan agar warga AS tidak bepergian ke Rusia dan segera meninggalkan negara itu.

"Rusia dapat menolak untuk mengakui warga AS berkewarganegaraan ganda, menolak akses mereka ke bantuan konsuler AS, mencegah keberangkatan mereka dari Rusia, dan mengikuti wajib militer berkewarganegaraan ganda untuk dinas militer," tulis peringatan itu, seperti dilansir CNN, Rabu (28/9).

"Hindari semua protes politik atau sosial dan jangan memotret petugas keamanan di acara-acara itu… hak untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi tidak dijamin di Rusia," lanjut peringatan itu.

Peringatan itu juga menyatakan ada warga AS yang ditangkap dalam demonstrasi itu. Namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengungkap mereka tidak mengetahui adanya penangkapan itu.

"Kami tidak mengetahui adanya penangkapan warga AS yang berpartisipasi dalam demonstrasi sejak mobilisasi," jelas pejabat itu.

Melalui peringatan itu, Kedubes juga menyatakan mereka "memiliki keterbatasan pada kemampuannya untuk membantu warga AS, termasuk pilihan transportasi, dan kemampuan mereka mungkin menjadi lebih terbatas."

Kedubes juga umumkan bagi warga AS yang ingin segera tinggalkan Rusia, mereka harus mengatur perjalanan itu sesegera mungkin.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]