Kegemilangan Johann Zarco Bersama Pramac Racing Tuai Pujian

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pembalap yang sedang vakum, Andrea Dovizioso, angkat bicara mengenai penampilan gemilang Johann Zarco bersama tim Pramac Racing Ducati di MotoGP 2021. Dovizioso pun mengaku sangat terkesima dengan performa yang ditunjukkan Zarco.

Diketahui, Zarco memang direkrut oleh Pramac Racing Ducati sebagai pembalap utama mereka. Zarco terpilih untuk menggantikan peran Jack Miller yang naik pangkat menjadi pembalap Ducati Lenovo pada musim ini.

Awalnya, banyak pihak yang ragu bahwa Zarco mampu mengendalikan motor Ducati, yakni Desmosedici. Terlebih, Desmosedici memang dikenal sebagai motor yang sangat untuk ditaklukkan.

Akan tetapi, pada kenyataannya di atas lintasan justru berbeda, di mana Zarco tampak begitu nyaman dalam mengendari Desmosedici. Hal itu terlihat dengan performanya yang menjanjikan dalam dua seri perdana MotoGP musim ini.

Ya, dalam dua balapan yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar, Zarco memang tampil sangat luar biasa. Pada MotoGP Qatar 2021, Zarco berhasil finis di posisi kedua, sedangkan dalam balapan MotoGP Doha 2021, Zarco kembali berada di podium kedua.

Dengan performa gemilang tersebut, Zarco pun saat ini berada di puncak klasemen sementara pembalap MotoGP 2021. Pembalap berpaspor Prancis itu kini mengumpulkan 40 poin atau unggul empat angka dari pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, yang menempati urutan kedua.

Dovizioso yang merupakan legenda Ducati memberikan pendapat mengenai kiprah Zarco bersama Pramac Racing Ducati di MotoGP 2021. Dovizioso mengaku benar-benar tak menyangka dengan perfoma mengesankan yang dibuat Zarco.

"Menurut saya, Johann adalah pembalap yang paling lengkap dalam dua balapan awal tahun ini. Meskipun, tadinya banyak pihak yang bilang dia tidak mempunyai kecepatan untuk menang," kata Dovizioso, seperti dikutip Tuttomotoriweb, Sabtu 10 April 2021.

"Namun, dia justru finis di urutan kedua dua kali. Jadi, meski pembalap lain memiliki kecepatan yang baik, termasuk dua pembalap pabrikan Ducati, tapi mereka melakukan kesalahan atau tidak berada dalam posisi yang tepat," ucapnya.