Kehadiran bintang tenis di PON bawa semangat bagi atlet pemula Papua

·Bacaan 2 menit

Cabang olahraga tenis Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menampilkan sederet bintang tenis Indonesia yang ternyata membawa semangat bagi para atlet muda Papua.

Natalia Cellina Kallem (16) mengatakan bahwa kehadiran atlet dan petenis senior di arena Sian Soor Tennis Center, halaman kantor Wali Kota Jayapura memotivasi dirinya untuk lebih giat berlatih.

"Mereka di sini sangat memotivasi kita di Papua. Kita lihat mereka punya cara bermain, cara latihannya bagaimana agar kita bisa mengikutinya," kata Natalia kepada Antara, Selasa, disela kesibukannya bertugas sebagai ball girls atau pemungut bola.

Tidak seperti dua gelaran PON sebelumnya, PON 2020 Papua tidak lagi memberlakukan aturan batasan usia.

Cabang olahraga tenis lapangan memberlakukan pembatasan usia U-21 tahun, yang merupakan keputusan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PP Pelti) di ajang PON 2012 Riau dan PON 2016 Jawa Barat.

Tak adanya pembatasan usia membuat sejumlah atlet senior, yang telah banyak memenangi ajang multievent dan turnamen internasional, dapat berkompetisi di PON XX Papua, salah satunya adalah Christopher Rungkat.

Kehadiran bintang tenis nasional juga membuat Aen Riozetia Moh Dubby Puarada (13), yang baru dua tahun bergabung dengan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Papua, menjadi lebih bersemangat.

"Tambah semangat untuk menjadi lebih berprestasi ke depannya," kata Aen.

PON XX Papua juga menghadirkan sejumlah nama baru, di antaranya petenis muda berbakat wakil dari tuan rumah, Priska Madelyn Nugroho, yang baru saja menyelesaikan tur Eropa Junior Grand Slam.

Penampilan Priska dan rekan-rekannya di tim Papua membuat Eirene M Wenda (16) termotivasi untuk berlatih lebih giat.

"Saya sangat termotivasi dengan atlet-atlet dari Papua karena sampai sekarang saya melihat mereka mainnya sangat bagus, terus fisiknya juga bagus," kata Eirene.

"Dari situ saya termotivasi untuk lebih serius latihan, lebih giat latihan, agar saya ke depannya bisa sama seperti mereka, agar pon ke depannya saya bisa tampil," dia melanjutkan.

Sementara itu, Priska, yang ditemui usai memenangi pertandingan nomor beregu putri, mengaku senang jika penampilannya di PON XX Papua dapat menginspirasi orang lain.

"Aku seneng kalau bisa menginspirasi banyak anak-anak yang mau bermain tenis, mudah-mudahan aku bisa memberikan yang terbaik buat Papua," ujar Priska.

Cabang olahraga tenis telah bergulir mendahului jadwal resmi PON XX Papua, yang akan dibuka 2 Oktober dan ditutup pada 15 Oktober, dengan laga perdana dimulai pada Minggu (26/9), berlangsung hingga 7 Oktober dengan tujuh nomor pertandingan.

Baca juga: Papua dan DKI Jakarta amankan tiket ke semifinal tenis beregu putri
Baca juga: Tim tenis putri Papua sikat Jabar untuk juarai grup B
Baca juga: TD tenis berharap panpel lokal petik pengalaman berharga di PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel