Kehadiran Juru Selamat Baru: Napoli di Jalan yang Benar untuk Mengakhiri 32 Tahun Puasa Scudetto

Bola.com, Jakarta - Napoli memiliki sejarah yang menarik. Tim dari selatan Italia itu menjadi satu dari beberapa klub dunia yang beruntung karena pernah diperkuat sang legenda sepak bola, Diego Maradona.

Kehadiran Maradona di Napoli pada 1984 memang mengubah sejarah klub. Maradona bukan hanya menghadirkan keceriaan bagi para pendukung Partenopei, tapi juga mampu menghadirkan prestasi.

Selama tujuh tahun memperkuat Napoli, Maradona mampu menghadirkan gelar yang sebelumnya sulit terpikirkan bisa hadir di Napoli. Dua gelar Scudetto, satu Piala UEFA, satu Coppa Italia berhasil dipersembahkan Maradona untuk Napoli.

Prestasi itu belum semuanya bisa diulang oleh Napoli. Meski pada beberapa musim mereka nyaris melakukannya, seperti yang terjadi pada Serie A 2015/2016 silam, di mana mereka kalah pada pekan-pekan terakhir dari Juventus.

Namun, kini puasa gelar Scudetto alias jawara Italia yang sudah berlangsung 32 tahun lebih bisa saja segera sirna. Napoli ada di jalan yang sangat tepat untuk menjadi jawara Italia di musim 2022/2023.

Tidak Terkalahkan

Pemain Napoli, Matteo Politano merayakan gol yang ia cetak ke gawang AC Milan dalam lanjutan Serie A 2022/2023 di San Siro, Senin (19/9/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)
Pemain Napoli, Matteo Politano merayakan gol yang ia cetak ke gawang AC Milan dalam lanjutan Serie A 2022/2023 di San Siro, Senin (19/9/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Antonio Calanni)

Napoli mengawali Serie A 2022/2023 layaknya peluru kendali. Melesat kencang dan menghancurkan sasaran yang mereka temui di jalan.

Sudah 12 laga yang dijalani Napoli pada Serie A 2022/2023. Namun, tak sekalipun skuad asuhan Luciano Spalletti menelan kekalahan. Rekornya adalah 10 kemenangan dan dua kali hasil imbang.

Sejumlah hasil positif itu tentu berdampak baik bagi posisi mereka di klasemen sementara Serie A 2022/2023. Napoli memimpin klasemen 32 poin, unggul lima poin dari Atalanta yang ada di posisi kedua.

Hebatnya, Napoli telah mengalahkan tim-tim yang potensial menjadi pesaing di Serie A Liga Italia musim ini. Lazio dan AC Milan mereka gasak dalam laga tandang dengan skor serupa 1-2.

AS Roma yang punya ciri khas pertahanan tangguh di era Jose Mourinho pun tidak bisa membendung Napoli. Pada laga itu, Partenopei menang 1-0 di Stadio Olimpico.

Akhir Penderitaan Spalletti?

Luciano Spalletti. Pelatih berusia 62 tahun ini menggantikan Gennaro Gattuso yang didepak Napoli usai gagal membawa timnya lolos ke Liga Champions musim ini. Tampil 7 kali, Napoli dibawanya memimpin Liga Italia dengan niai sempurna 21 dari 7 kali menang. (LaPresse via AP/Tano Pecoraro)
Luciano Spalletti. Pelatih berusia 62 tahun ini menggantikan Gennaro Gattuso yang didepak Napoli usai gagal membawa timnya lolos ke Liga Champions musim ini. Tampil 7 kali, Napoli dibawanya memimpin Liga Italia dengan niai sempurna 21 dari 7 kali menang. (LaPresse via AP/Tano Pecoraro)

Napoli mempercayakan kursi pelatih kepada Luciano Spalletti sejak Juli 2021 lalu. Spalletti sebenarnya pelatih yang disegani di Italia.

Permainan atraktif kerap dipertontonkan klub asuhan Spaletti, seperti yang terjadi di Udinese dan AS Roma.

Namun, Spalletti tampaknya selama ini selalu mengalami penderitaan. Pada usianya yang sudah 63 tahun, ia masih belum meraih gelar Scudetto.

Beberapa kali, Spalletti sangat dekat untuk meraih gelar itu, terutama ketika ia masih menukangi AS Roma. Namun, saat itu I Lupi kerap gagal di fase akhir liga.

Pada musim ini, Spalletti berkesempatan mengakhiri penderitaannya. Selain kualitas permainan Napoli, tim-tim tradisional lain Italia terutama Juventus sedang dalam periode buruk.

Pembelian Pemain Tepat

Bek Napoli, Min-jae Kim (kiri) dan gelandang AC Milan, Brahim Diaz berebut bola selama pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro di Milan, Senin (19/9/2022). Napoli menang tipis atas AC Milan 2-1. (AFP/Miguel Medina)
Bek Napoli, Min-jae Kim (kiri) dan gelandang AC Milan, Brahim Diaz berebut bola selama pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro di Milan, Senin (19/9/2022). Napoli menang tipis atas AC Milan 2-1. (AFP/Miguel Medina)

Napoli melakukan aktivitas transfer musim panas yang menarik pada 2022. Mereka melepas empat pemain kunci yang selama ini menjadi tulang punggung klub.

Koulibaly dilego ke Chelsea. Fabian Ruiz dijual ke Paris Saint-Germain (PSG). Dries Mertens menuju Galatasaray, sementara Lorenzo Insigne dilepas secara gratis ke Toronto FC.

Keputusan melepas para pemain senior itu dirasa tepat. Napoli bisa menghadirkan generasi baru yang sangat bisa diandalkan.

Kim Min-jae, Frank Anguissa, Giacomo Raspadori, Giovanni Simeone, dan Kvicha Kvaratskheila langsung mampu mencuri tempat utama di skuad asuhan Spalletti.

Mereka mampu berkolaborasi dengan pilar-pilar lama Napoli, seperti Piotr Zielinski, Mario Rui, Alex Meret, dan Victor Osimhen. Napoli pun membentuk unit yang sangat menakutkan.

Dari 12 laga Serie A musim ini, sudah 30 gol yang bisa mereka ciptakan. Sementara gawang Napoli baru kebobolan sembilan kali.

 

Fenomena Kvaradona

<p>Pemain Napoli Khvicha Kvaratskhelia menendang bola saat pertandingan sepak bola Serie A antara Roma dan Napoli, di stadion Olimpic di Roma, Minggu, 23 Oktober 2022. (AP Photo/Andrew Medichini)</p>

Pemain Napoli Khvicha Kvaratskhelia menendang bola saat pertandingan sepak bola Serie A antara Roma dan Napoli, di stadion Olimpic di Roma, Minggu, 23 Oktober 2022. (AP Photo/Andrew Medichini)

Selain pemain gim Football Manager, tampaknya jarang ada penggemar sepak bola yang mengenal sosok Khvicha Kvaratskhelia. Hal itu dirasa cukup wajar.

Usia Khvicha Kvaratskhelia baru 21 tahun. Ia pun berasal dari Georgia, sebuah negara di Eropa yang tidak punya tradisi kuat di sepak bola. Sebelum Khvicha Kvaratskhelia, hanya Kakha Kaladze, pemain asal Georgia yang cukup dikenal dunia.

Pada musim pertamanya bermain di Serie A bersama Napoli, Khvicha Kvaratskhelia langsung menggebrak. Eks pemain Dinamo Batumi ini sudah mencetak enam gol dan tujuh assist dari 12 laga bersama Partenopei.

Publik Kota Naples pun mulai mengingat kembali era keemasan Napoli, era di mana Maradona masih menjadi pemain mereka. Tak heran, Khvicha Kvaratskhelia pun mendapatkan julukan Kvaradona oleh para pendukung Napoli.

Setelah puasa gelar 32 tahun di ajang Serie A, bisa jadi Khvicha Kvaratskhelia merupakan "juru selamat" baru bagi Napoli. Layaknya yang dilakukan Maradona pada akhir dekade 1980-an lalu.

Posisi Napoli di Serie A Liga Italia