Kehadiran Thomas Doll di Persija Bangkitkan Memori Relasi Indonesia dan Jerman dalam Sepak Bola

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Keputusan manajemen Persija Jakarta menetapkan Thomas Doll sebagai pelatih anyar mereka jadi magnet buat kompetisi kasta tertinggi.

Statusnya sebagai mantan pemain timnas Jerman dan pernah menangani klub elit Borussia Dortmund jadi nilai jual tersendiri. Bukan hanya media Tanah Air yang ramai memberitakan cerita seputar Thomas Doll, media ternama Jerman, Bild, melalui Instagram, Minggu (24/4/2022) juga memuat tulisan dan foto pelatih berusia 56 tahun tersebut.

Tak hanya itu, sosok Thomas Doll sontak membangkitkan memori relasi sepak bola Indonesia dan Jerman. Apalagi, Thomas Doll sebagai pelatih pernah membawa Borussia Dortmund berujicoba dengan Liga Indonesia Selection di Stadion Gelora Bung Karno, 19 Desember 2007.

Dortmund diperkuat sejumlah pemain bintang, di antaranya Delroy Buckley, Nelson Valdez, Diego Klimowicz, Roman Weidenfeller, dan Christian Worns. Pada laga uji coba itu, Dortmud menang tipis 1-0 lewat gol penalti Mladen Petric. Usai pertandingan, Thomas Doll menyempatkan diri memuji aksi kiper Markus Horison dan Boaz Salossa.

"Indonesia punya kiper yang bagus. Kami sulit membobolnya. Juga pemain sayap bernomor punggung 14 (Ortizan Solossa). Ia sangat mobil," ujar Thomas Doll.

Langkah Borussia Dortmund kemudian diikuti oleh klub elit Jerman lainnya, Bayern Muenchen. Pada 21 Mei 2008, Muenchen yang ditangani pelatih kawakan Ottmar Hitzfield menghadapi skuad Garuda di Stadion Gelora Bung Karno.

Pada laga itu, Hitzfield memainkan sejumlah pilarnya seperti Oliver Kahn, Ze Roberto, Mark van Bommel, dan Toni Kroos. Hasilnya Muenchen mencetak lima gol lewat Breno Borges, Viktor Bopp, Jan Schlaudraff dan Toni Kross. Sementara Indonesia mendapatkan golnya berkat aksi legenda Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

Pelatih Jerman yang Pernah Berkiprah Di Indonesia

Sebelum Thomas Doll, pentas sepak bola Indonesia juga pernah diwarnai oleh sentuhan pelatih asal Jerman. Dari penelusuran Bola.com ada sejumlah nama yang beredar baik di klub maupun Timnas Indonesia.

Bernard Schumm, mantan staf pelatih Bayern Munchen yang ditunjuk PSSI menjadi Direktur Teknik dan kemudian menangani timnas Indonesia 2000-2001.

Belakangan, Bernard Schumm jadi konsultan teknik Safin Pati Football Academy (SPFA). Setelah Bernard Schumm menyusul nama Fritz Korbach, pelatih yang sebelumnya menghabiskan kariernya menangani berbagai klub di Belanda.

Eks FC Twente ini memmbesut PSM Makassar di Liga Indonesia 2005 dengan pencapaian tertinggi lolos ke Babak 8 Besar.

Jorg Steinebrunner

Selain Korbach, Juku Eja juga pernah menjalin kerjasama dengan Jorg Steinebrunner di Liga Indonesia musim 2014. Tapi, Jorg Steinebrunner yang sebelumnya menangani Medan Chief (Liga Primer Indonesia) dan Deltras Sidoarjo ini hanya mendampingi tim dalam dua laga.

Nama pelatih berdarah Jerman lainnya, Timo Scheunemann juga tercatat pernah melatih Persema Malang dan Persiba Balikpapan serta timnas wanita Indonesia di Sea Games 2009.

Era kompetisi Liga Primer Indonesia jadi sarana pelatih asal Jerman unjuk kemampuan. Selain Timo Scheunemann dan Jorg Steinebrunner, ada juga nama Michael Feichtenbeiner (Medan Bintang) serta Uwe Erkenbrecher (Cenderawasih Papua).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel