KEHATI tanam 18 ribu mangrove di Pandeglang

Yayasan KEHATI Bersama PT Asahimas Chemical (ASC) menanam 18.000 bibit mangrove atau bakau di Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, dan Desa Cigorondong, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI Toufik Alansar menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari target penanaman 50.000 bibit mangrove sepanjang 2022 sekaligus untuk mendukung Program Mangrove Blue Carbon.

"Program Mangrove Blue Carbon di Provinsi Banten telah berjalan dengan tujuan merehabilitasi kawasan pesisir Selat Sunda yang terdegradasi," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Baca juga: KEHATI: Pejuang keanekaragaman hayati perlu kuasai navigasi darat

Untuk memastikan kegiatan tersebut tercapai, lanjutnya, aksi penanaman dan perawatan mangrove memerlukan kolaborasi dan dukungan semua pihak, terutama masyarakat setempat.

Berdasarkan hasil survei Yayasan KEHATI bersama Universitas Tirtayasa, Desa Panimbang Jaya dan Desa Cigorondong memiliki lahan seluas 2 hektare untuk ditanami mangrove.

Mangrove yang tumbuh diharapkan menjadi bentang alam terhadap bencana dan memitigasi dampak perubahan iklim. Studi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten pada 2019 menyatakan luas ekosistem mangrove di Banten terus mengalami laju degradasi yang disebabkan beberapa faktor seperti abrasi dan bencana alam.

"Selain manfaat ekologis, ekosistem mangrove yang tumbuh lestari diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat sekitar," ujar Toufik Alansar.

Baca juga: Kebun Raya Mangrove Surabaya jadi destinasi wisata edukasi-penelitian

Dia menambahkan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat akan dilakukan seperti,penguatan melalui pelatihan pengolahan hasil mangrove di tahun 2023.

Sebagaimana penanaman mangrove pada 2021, kegiatan serupa kali ini juga disertai dengan gerakan bersih-bersih pantai di sekitar lokasi penanaman.

Sementara itu President Director PT ASC Jun Miyazaki menyatakan pihaknya bersama Yayasan KEHATI akan terus mengembangkan Program Mangrove Blue Carbon ini di area lainnya di Provinsi Banten.

"Semoga mangrove yang kita jaga bersama dapat memberikan banyak manfaat untuk lingkungan, masyarakat sekitar, dan tentunya masa depan yang lebih baik” ujarnya.