Kehilangan Indra Penciuman dan Rasa Resmi Jadi Gejala Virus Corona

Sumiyati

VIVA – Kehilangan atau perubahan indra penciuman atau rasa akan ditambahkan ke daftar resmi gejala untuk infeksi virus corona. Pemerintah Inggris mengumumkan ini setelah muncul kekhawatiran bahwa kasus tidak terjawab karena gejala ini ditolak.

Wakil kepala petugas medis, Profesor Jonathan Van Tam, mengatakan penambahan itu berarti mengidentifikasi hingga tiga persen lebih banyak kasus virus di masyarakat. 

Definisi formal dari gejala sekarang akan mencakup apakah seseorang menderita batuk terus-menerus, demam atau anosmia, yaitu hilangnya indra penciuman yang juga bisa berarti kehilangan indra perasa. Siapapun dengan gejala ini harus melakukan isolasi mandiri selama 7 hari. 

Menambahkan anosmia ke dalam daftar gejala bisa menjadi langkah penting karena pemerintah berupaya membuat tes, melacak dan mengisolasi sistem untuk mengendalikan virus setelah pembatasan lockdown dicabut. 

Namun pemerintah menghadapi kritik bahwa menambahkan kehilangan indra penciuman sebagai gejala baru virus corona dinilai sudah terlambat.

Profesor Tim Spector, kepala departemen epidemiologi genetika dan pemimpin aplikasi studi gejala COVID di King's College London, mengatakan kepada program BBC Radio 4's Today bahwa 17 negara lain termasuk AS telah mengubah daftar gejala mereka selain batuk dan demam.

Sementara aplikasi KCL menggunakan gejala yang dilaporkan sendiri yang tidak diverifikasi, Prof Spector mengatakan telah menggunakan data yang ia perkirakan antara 50.000 hingga 70.000 orang di Inggris dengan COVID-19, namun tidak diberi tahu untuk melakukan isolasi mandiri, karena gejala mereka tidak sesuai dengan yang resmi. 

"Kami daftar sekitar 14 gejala yang kita tahu terkait dengan memiliki tes usap positif, dan ini tidak diambil oleh NHS," ujarnya dikutip Independent, Selasa 19 Mei 2020. 

Hilangnya indra penciuman dan rasa telah berulang kali dilaporkan sebagai gejala COVID-19. Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries melaporkan kehilangan 100 persen indra penciuman dan pengecap ketika dia tertular virus corona pada Maret lalu.