Kehilangan Kursi di Avintia Membuat Hati Rabat Hancur

Muhammad Pratama Supriyadilah
·Bacaan 1 menit

Pekan lalu, Ducati mengonfirmasi bahwa mereka telah mengontrak dua pembalap Moto2, Enea Bastianini dan Luca Marini, selama satu tahun.

Padahal, Tito Rabat masih memiliki kontrak hingga akhir 2021. Oleh karena itu, kabar ini sangat sangat mengejutkan pembalap asal Spanyol tersebut, mengingat ia mengaku masih cukup kompetitif di MotoGP.

"Anda datang ke sini, kemudian anda tahu bahwa anda tidak akan mendapatkan kesempatan yang layak, ini membuat balapan semakin beraat," ucap Rabat kepada Autosport.com.

"Memang memenangkan balapan itu kemungkinannya masih ada, tapi dengan situasi seperti ini, kesempatan untuk tampil cemerlang semakin menipis. Oleh karena itu saya tetap berjuang dan mempertahankan mentalitas saya.

Tito Rabat, Avintia Racing

Tito Rabat, Avintia Racing<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Tito Rabat, Avintia RacingGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Kepindahan Marini ke MotoGP juga membuat VR46 untuk pertama kalinya tampil di kelas primer. Pasalnya, pembalap asal Italia tersebut membawa beberapa krunya. Kemudian, motor yang akan digunakan oleh Marini akan menggunakan livery VR46.

Pablo Nieto, bos VR46, juga akan bergabung dengan Avintia, mengambil jabatan senior di tim pada musim depan. Itu lantaran pada 2022, rencananya VR46 akan mengambil alih slot Avintia sepenuhnya.