Kehilangan Kursi F1, Alexander Albon Banting Setir ke DTM

Xaveria Yunita
·Bacaan 1 menit

Albon mengakhiri penampilannya di Formula 1 pada posisi ketujuh dengan koleksi 105 poin. Namun, raihan tersebut kurang memuaskan bagi bos Red Bull.

Tempatnya sebagai pendamping Max Verstappen digantikan Sergio Perez yang memiliki peringkat lebih tinggi dan relatif konsisten meraih poin.

Kendati demikian, petinggi tim menganggap Albon masih punya prospek sehingga dijadikan pembalap tes sekaligus cadangan.

Pemuda 24 tahun tersebut punya tanggung jawab menguji mobil, mengemudi dengan simulator dan memberi masukan berdasarkan data.

Ia juga harus siap jika sewaktu-waktu dipanggil menggantikan Verstappen atau Sergio Perez dalam balapan.

Mengingat pekerjaan tersebut sifatnya tidak reguler, Albon ingin mengasah insting balapan dengan tampil di DTM dengan dukungan Red Bull.

Baca Juga:

Red Bull Siap Pinjamkan Alexander Albon Sponsor Albon Tak Berikan Tekanan ke Red Bull

Kemungkinan ia akan berbagi kokpit dengan Liam Lawson, 18 tahun. Pembalap Selandia Baru tersebut kemungkinan mengemudikan mobil balap GT.

“Kelas tinggi DTM dengan mobil balap GT3 merupakan platform menarik dan tantangan sesungguhnya untuk pembalap mobil sukses seperti Alex Albon, sama seperti pembalap Red Bull Junior kami, Liam Lawson,” ujar penasihat Red Bull, Helmut Marko.

Kabar soal partisipasi Albon di DTM direspons positif oleh bos DTM, Gerhard Berger. Bukan kali ini saja ajang tersebut diikuti pembalap Formula 1.

“Pembalap Formula 1 seperti Alex Albon, bintang-bintang DTM seperti juara tiga kali, Rene Rast, profesional dari kancah GT dan talenta muda seperti Liam Lawson, yang merupakan campuran para pembalap papan atas yang saya harapkan untuk DTM 2021,” katanya.

“Itu sesuai dengan fakta bahwa mantan juara dunia Formula 1, Jenson Button, dan timnya telah mendaftar untuk DTM. Alex Albon masih muda, pembalap ambisius dan aset luar biasa untuk DTM. Itu akan memperkuat arti DTM di level internasional.”