Kejagung Diharapkan Bisa Bongkar Kasus Besar Usai Memperoleh Kepercayaan Publik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar mengatakan capaian yang diraih Kejaksaan Agung (Kejagung) merupakan prestasi yang mengesankan.

Menurutnya, meski dalam masa pandemi Covid-19, Kejagung bisa memberikan pelayanan bagi masyarakat yang menunggu kepastian hukum.

"Apresiasi itu sejalan dengan kinerja yang dilakukan. Masyarakat bisa menilai kinerja Kejagung," ujar Fickar dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Diketahui lembaga survei Cyrus Network pada Juni 2021 merilis kepuasaan publik terhadap lembaga hukum. Hasilnya Kejaksaan Agung berada di posisi 82,2%, lebih tinggi dari pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 80,7%.⁣

Kepuasaan Publik tersebut meningkat dari 60% pada Juli 2020 (Charta Politika) dan 71,3% pada Oktober 2020 (Indikator Politik).

Menurut Fickar, Kejagung mampu membongkar kasus-kasus kakap yang merugikan miliaran hingga triliun rupiah seperti Jiwasraya dan ASABRI.

Dia menuturkan, pengungkapan kasus itu menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan publik terhadap Kejagung.

Namun demikian, dirinya menilai masih banyak kasus penyimpangan uang negara yang belum terbongkar. Fickar meminta Kejagung untuk membongkarnya satu persatu.

"Harus bisa membongkar kasus besar lainnya dan melakukan penuntutan secara maksimal," kata Fickar.

Profesional

Menurut Guru Besar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara (USU) Edi Warman, meningkatnya kepuasan publik terhadap Kejagung lantaran pegawai Korps Adhyaksa memperlihatkan tindakan yang profesional.

"Survei ini memang mengonfirmasi penelitian saya bahwa kejaksaan dibawah kepemimpinan Pak Burhanudin cukup baik dan melahirkan harapan publik," kata Edi.

Menurut Edi, profesionalisme personel Kejagung terlihat saat mengusut dan menuntut perkara Jiwasraya. Mereka yang dijerat dalam perkara Jiwasraya dituntut maksimal oleh Kejagung.

"Dimasa ini harus saya katakan para personel kejaksaan ini cukup banyak yang memiliki kompetensi yang tinggi, baik pengalamannya dan pendidikan hukumnya juga tinggi," kata Edi.

Selain profesional personil, Edi juga menyoroti banyaknya perkara hukum yang diselesaikan oleh Kejagung. "Sejujurnya, intensitasnya perkara hukum yang diselesaikan lebih banyak dibandingkan yang lalu," kata dia.

Namun demikian Edi menyayangkan anggaran untuk Kejagung yang minim. Padahal kasus-kasus korupsi besar lebih banyak yang diselesaikan Kejagung dibanding KPK.

Edi pun berharap DPR mempertimbangkan hal tersebut. "Dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki namun Kejaksaan tetap hadir di tengah-tengah masyarakat, itu prestasinya," kata dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel