Kejagung Minta Bantuan TNI Eksekusi Bupati Aru

Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Agung disarankan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat dan Polisi Militer TNI terkait upaya mengeksekusi terpidana tindak pidana korupsi, Bupati Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, Teddy Tengko.

"Dia (Teddy Tengko) itu purnawirawan berpangkat Kolonel, lebih baik kejaksaan bisa kerjasama dengan kepolisian atau gunakan polisi militer untuk eksekusi dia," kata mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung, Mayor Jenderal TNI (Purn) Syamsu Djalal di Jakarta, Selasa.

Syamsu mengatakan Teddy Tengko dan pendukungnya telah melakukan pembangkangan dan aksi "premanisme" terhadap proses hukum di Indonesia.

Pasalnya, terpidana kasus korupsi APBD Kabupaten Aru senilai Rp42,5 miliar itu, telah menganiaya menghalangi proses eksekusi, bahkan menganiaya dua orang pegawai Kejaksaan Negeri Dobo.

Syamsu menyarankan Kejagung menjalani kerjasama yang baik dengan pihak kepolisian sebagai pemilik wilayah hukum dan polisi militer TNI setempat, agar proses eksekusi terhadap Teddy bisa dilakukan dengan lancar.

Mantan Danpuspom TNI tersebut, menegaskan petugas polisi militer juga dapat menghukum oknum aparat yang diduga membekingi Teddy Tengko, untuk melakukan perlawanan terhadap upaya eksekusi.

Syamsu menambahkan Kejagung harus mengeksekusi terpidana Teddy Tengko, karena majelis hakim Mahkamah Agung (MA) telah memvonis bersalah penjara empat tahun dan denda Rp500 juta, serta mengganti uang negara sebesar Rp5,3 miliar.

Terkait Kejagung yang gagal mengeksekusi Teddy, purnawirawan jenderal bintang dua itu, menyatakan akibat pimpinan antar lembaga penegak hukum kurang berkomunikasi.

"Seharusnya tim eksekusi diberikan petunjuk dan arahan, agar bisa berkoordinasi dengan aparat lain," ujar Syamsu.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Setia Untung Arimuladi menyatakan upaya eksekusi akan tetap dilaksanakan karena itu perintah undang-undang.

"Eksekusi tentunya akan tetap dilaksanakan," katanya.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.