Kejagung Pastikan Kejari Jaksel Tak Jamu Irjen Napoleon

Raden Jihad Akbar, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, membantah ada pemberian jamuan kepada dua jenderal Polri yang jadi tersangka kasus korupsi, yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo saat pelimpahan tahap 2 pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Menurut dia, dalam proses pelaksanaan tahap 2, baik itu perkara pidana umum maupun pidana khusus, jika sudah jadwalnya makan siang, maka jaksa akan memberikan makan siang kepada tersangka.

“Kadang PH (penasehat hukum) dan penyidik juga diberikan makan siang sesuai situasi dan kondisi,” kata Hari di Kejaksaan Agung pada Senin, 19 Oktober 2020.

Baca juga: Pemerintah Susun Strategi agar Jutaan UMKM Go Digital Tak Sia-sia

Jika memungkinkan, kata dia, jaksa memesan nasi kotak atau nasi bungkus. Namun, jika tidak memungkinkan maka memesan ke kantin yang ada di kantor sesuai menu yang ada dan anggaran yang telah disediakan.

“Sedangkan, apabila tersangka/PH/penyidik menambah menu sendiri, maka itu hak mereka. Jadi bukan jamuan, tetapi memang jatah makan siang,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Anang Supriatna dan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dimintai klarifikasi atau penjelasan oleh Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung.

“Dengan adanya pemberitaan tersebut, Jamwas telah merespons dengan memanggil Kajari dan Kasi Pidsus Kejari Jaksel untuk memberikan klarifikasi,” kata Hari.

Diketahui, Kuasa Hukum Irjen Napoleon Bonaparte, Petrus Bala Pattyona menjelaskan jamuan yang diberikan Kajari Jakarta Selatan Anang saat penyerahan tersangka dan barang bukti (pelimpahan tahap II) pada Jumat, 16 Oktober 2020.

“Itu acara P21 Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napolean Bonaparte di Kejaksaan Jaksel lalu, pas makan siang sesudah Salat Jumat kita dikasih soto Betawi. Padahal biasa-biasa saja, cuma jadi heboh seolah-olah perlakuan istimewa,” kata Petrus.

Setelah selesai makan, kata dia, penyidik Bareskrim menyerahkan kedua tersangka yakni Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo kepada jaksa baru diberikan baju tahanan. Memang, terlihat Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo memakai baju dinas Polri saat dijamu makan siang.

“Sesudah makan, Kajari kasih baju tahanan dan keduanya ikut saja. Jadi setelah penyidik serahkan ke jaksa, kan baju tahanan Bareskrim diganti baju dinas mereka. Sesudah makan karena sudah jadi tahanan Kejaksaan, ya dikasih baju tahanan Kejaksaan,” jelas dia. (ase)