Kejagung Tangkap 157 Orang Buronan Sepanjang 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejaksaan Agung melakukan rapat kerja bersama dengan Komisi III DPR RI terkait dengan evaluasi kinerja Kejaksaan tahun 2022. Dalam paparannya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin mengatakan pihaknya telah menangkap 157 orang buronan atau yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sepanjang tahun 2022.

"Capaian kinerja yang berhasil dilaksanakan dalam bidang Intelijen antara lain berhasil menangkap 157 orang DPO dalam program tangkap buron," kata Burhanuddin dalam rapat di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (23/11).

Selain itu, pihaknya juga melaksanakan puluhan kegiatan pengamanan pembangunan strategis dengan pagu anggaran mencapai ratusan triliun Rupiah.

"Kejaksaan telah melaksanakan 90 kegiatan pengamanan pembangunan strategis dengan pagu anggaran yang dikawal sebesar Rp242 triliun," ujarnya.

Untuk Bidang Intelijen, katanya, Kejagung juga telah membuat posko pemilu sebanyak 543 posko. Namun, tidak dijelaskan secara rinci apakah posko itu dibuat untuk Pemilu 2024 mendatang atau Pemilu 2019 lalu.

"Telah membentuk 543 posko pemilu. Bidang Intelijen melalui pusat penanganan hukum juga telah meluncurkan program Jaksa Menjawab, Car Free Day di Sarinah secara bertahap dilaksanakan oleh jajaran Kejaksaan di seluruh Indonesia. Guna memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan masyarakat secara langsung," ucapnya.

Kendati demikian, diakui Jaksa Agung ada kendala yang dihadapi bidang intelijen. Seperti kurangnya jaminan keselamatan personel hingga anggaran

"Kendala yang dihadapi adalah kurangnya jaminan keselamatan personel di daerah rawan yang sering berkembang kelompok radikal," ungkapnya.

"Kemudian kurangnya anggaran untuk mencapai target kinerja dan pelaksanaan kegiatan, kurangnya sarana dan prasarana teknologi dari bank data intelijen. Terbatasnya sumber daya manusia yang berkompeten," tutupnya. [lia]