Kejagung Tangkap Terpidana Korupsi Pengadaan Kendaraan Pemprov Kaltim di Bogor

Merdeka.com - Merdeka.com - Buronan Kejati Kalimantan Timur (Kaltim), Ali Mustafa Charlie (55), ditangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung di jalan komplek perdagangan di Bojong Baru, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/8) malam. Ali merupakan terpidana korupsi dengan vonis 1 tahun 2 bulan penjara.

Berdasarkan identitasnya, Ali bertempat tinggal di Samarinda. Mantan Direktur PT SRP ini merupakan terpidana korupsi pekerjaan pengadaan kendaraan untuk kegiatan sarana administrasi mobil pemerintah, dari program peningkatan sarana dan prasarana aparatur Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2010 dengan nilai anggaran Rp 13,39 miliar.

Putusan Pengadilan Tinggi Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur Nomor: 12/PID.TIPIKOR/2013/PM.SMDA menyatakan, Ali terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

"Dan oleh karenanya dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun dan 2 bulan serta denda sebesar Rp50.000.000 subsider kurungan dua bulan," kata Kepala Puspenkum Kejagung Ketut Sumedana melalui keterangan tertulis diterima merdeka.com, Kamis (1/9).

Mangkir dari Panggilan

Ketut menerangkan, Ali menjadi buronan karena dia tidak datang memenuhi panggilan untuk dieksekusi menjalani putusan. Dia pun dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Penangkapan Ali dilakukan setelah tim melakukan pemantauan. Setelah memastikan keberadaannya, mereka langsung menangkap dan membawanya ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur

"Untuk dilaksanakan eksekusi," tambah Ketut.

Melalui Program Tangkap Buronan (Tabur), Jaksa Agung meminta jajarannya untuk memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran untuk dilakukan eksekusi sebagai kepastian hukum

"Kami mengimbau kepada seluruh DPO kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," tutup Ketut. [yan]