Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Bibit Hibrida

Jakarta (ANTARA) - Kejaksaan Agung menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan bibit tanaman hibrida di Kementerian Pertanian selama periode 2008-2012.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Untung Setia Arimuladi di Jakarta, Jumat membenarkan adanya penetapan tiga tersangka dugaan korupsi di Kementerian Pertanian itu.

"Benar, ada tiga tersangka dalam kasus itu," katanya.

Ketiga tersangka itu, yakni, inisial K, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-16/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013, S, Karyawan PT. Sang Hyang Seri (Persero) berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-17/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013;


Serta H, Manajer Kantor Cabang PT. Sang Hyang Seri (Persero) Tegal berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-18/F.2/Fd.1/02/2013, tanggal 08 Februari 2013.

Kapuspenkum menjelaskan pengadaan benih itu untuk keperluan program benih bersubsidi, Cadangan Benih Nasional (CBN) dan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU)


"Penyidik meningkatan kasus itu ke penyidikan karena telah cukup memiliki bukti permulaan adanya peristiwa tindak pidana korupsi (bervariasi)," katanya.

Bukti tindak pidana korupsi itu, berupa rekayasa proses pelelangan/tender memenangkan PT Sang Hyang Seri (Persero), Biaya Pengelolaan Cadangan Benih Nasional sebesar lima persen dari nilai kontrak tidak pernah disalurkan kepada Kantor Regional di daerah, dan rekayasa penentuan harga komoditi sehingga terjadi kemahalan harga.

Serta pengadaan benih untuk program Cadangan benih nasional fiktif atau setidaknya tidak sesuai, pengadaan benih kedelai fiktif, mark up volume maupun harga benih kedelai, dan penyaluran subsidi benih tidak sesuai peruntukan melainkan ke perorangan dan ke kios-kios.

Tim Penyidik yang menangani kasus itu, beranggotakan sembilan orang, yang dikoordinatori oleh Aditia Warman saat ini sedang menyusun langkah-langkah bagi pelaksanaan Penyidikan tersebut seperti menjadwalkan pemanggilan saksi-saksi dan lain-lainnya sesuai dengan Hukum Acara yang berlaku.

Program untuk pembibitan tanaman hibrida di sejumlah daerah di tanah air, seperti Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di dalam pelaksaan program tersebut, Kementerian Pertanian menggandeng perusahaan BUMN, Sang Hyang Sri. Kenyataan di lapangan, pengadaan bibit tanaman hibrida ditemukan adanya penyimpangan.

"Hingga ditetapkanlah tiga tersangka," katanya. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.