Kejahatan Gendam Marak saat Mudik, Polda Jateng Terjunkan Tim Patroli

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kejahatan menggunakan gendam atau hipnotis rawan terjadi di masa mudik Lebaran. Untuk mengantisipasinya, Polda Jawa Tengah (Jateng) menerjunkan tim patroli ke sejumlah lokasi.

"Patroli secara terbuka dan tertutup serta imbauan kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan pengelola terminal dan pasar. Semua pihak kita ajak mengantisipasi gangguan Kamtibmas, termasuk gendam," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Rabu (20/4).

Dia minta warga waspadai aksi kejahatan dengan modus gendam yang biasanya menyasar para korban yang berada di pusat keramaian, terminal, pertokoan, dan pasar.

"Kita jumpai pelaku perjalanan juga menjadi korban gendam. Masa persiapan Lebaran dan mudik cukup rawan terhadap kejahatan jenis ini," ungkapnya.

Iqbal mengatakan pelaku gendam membuat korban menjadi linglung karena terbawa trik hipnotis yang memainkan alam bawah sadar. Korban sering tersadar ketika para pelaku sudah pergi jauh melarikan diri.

"Terhadap mereka yang terbukti melakukan aksi gendam atau hipnotis, polisi bisa menjerat pelaku dengan Pasal 378 KUHP. Karena sebenarnya hipnotis (gendam) merupakan serangkaian tipu muslihat perkataan atau rangkaian bohong, bujuk rayu yang meyakinkan orang lain agar mengikuti perkataan yang diucapkan si pelaku," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel